IHSG Diperkirakan Melemah, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Equityworld Futures Medan : Laju IHSG Senin (8/6) diprediksi berada pada rentang support 5.070-5.080 dan resisten 5.150-5.175.  Secara  teknis,  pola  percing linedi bawah area lower Bollinger Band  (LBB).  Moving Average Convergence-Divergence (MACD) masih melanjutkan pelemahannya dengan histogram negatifyang lebih panjang. Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan  William’s %R mencoba berbalik naik meski tipis.

Pergerakan  IHSG bergerak di sekitar target support 5.050-5.078 dan gagal mendekati area target resisten 5.125-5.155. Secara tren masih menunjukkan adanya pelemahan namun, tampaknya di akhir pekan kemarin laju IHSG mencoba untuk berbalik naik. Diharapkan kenaikan ini masih dapat berlanjut meski kami juga masih berhati-hati dalam menyikapinya karena dikhawatirkan hanya kenaikan sesaat dan dapat dimanfaatkan untuk profit taking.   Harapan akan adanya kenaikan dengan asumsi tekanan jual kian mereda dan diikuti positifnya laju bursa saham global. Sebelum asumsi tersebut berjalan, tetap mewaspadai potensi pelemahan lanjutan.

Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain:  Saham PT Bank Tabungan Negara (BBTN) dalam kisaran support-resisten Rp 1.110-1.185. Ladder bottom bertahan di atas Lower Bollinger Band (LBB). Stochastic mencoba berbalik naik diikuti peningkatan Relative Strength Index (RSI). Trading buy  selama bertahan di atas Rp 1.140.Titik cut loss di Rp 1.135.  Saham PT United Tractor (UNTR) dalam kisaran support-resisten Rp 21.500-22.350. Morning star bertahan di area middle bollinger band (MBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) mencoba membentuk golden cross. William’s %R  naik diikuti peningkatan MFI. Tradingbuy selama bertahan di atas Rp 22.125.Titik cut loss di Rp 22.000.  Saham PT Matahari Departement Strore (LPPF) dalam kisaran support-resisten Rp 17.000-17.750. Hammer bertahan di area Middle Bollinger Band (MBB).  Volatility  mendatar diimbangi kenaikan RoC. Tradingbuy selama bertahan di atas Rp 17.425. Titik cut loss di Rp 17.375.

Berikutnya saham PT Matahari Putra Prima (MPPA) dalam kisaran support-resisten Rp 3.600-3.725. Tweezers bottom di atas Lower Bollinger Band (LBB). William’s %R bergerak naik diikuti peningkatan RoC. Tradingbuy selama bertahan di atas Rp 3.665. Titik cut loss di Rp 3.650.  Saham PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM)dalam kisaran support-resisten Rp 2.805-2.895. Bullish engulfing bertahan di area Middle Bollinger Band (MBB).  MFI bergerak naik diikuti peningkatan Relative Strength Index (RSI). Tradingbuy selama bertahan di atas Rp 2.845. Titik cut loss di Rp 2.835.  Saham PT Global Mediacom (BMTR) dalam kisaran support-resisten Rp 1.180-1.255. Ladder bottom di atas Lower Bollinger Band (LBB). RoC mendatar diikuti kenaikan volatility. Tradingbuy selama bertahan di atas Rp 1.220. Titik cut loss di Rp 1.215.

Pada perdagangan Jumat (5/6),  IHSG  ditutup menguat 4,751 poin (0,09%) ke angka 5.100,572. Level penutupan tersebut merupakan level tertinggi perdagangan akhir pekan lalu setelah mencapai level terendahnya 5.075,176 atau turun 20,645 poin.  Secara tidak terduga laju IHSG mampu berada di zona hijau di akhir sesi perdagangan. Padahal sepanjang sesi 1 hingga pertengahan sesi 2, laju IHSG cenderung bertahan di zona merah.  Dari sisi fundamental dan sentimen pun juga tampaknya kurang mendukung adanya penguatan namun, kami melihat pelaku pasar mulai melakukan aksi beli di harga bawah atau dengan kata lain melakukan  buy on weakness atau bottom fishing.

Penguatan tampaknya ditopang oleh pergerakan mayoritas saham-saham perbankan dan didukung beberapa saham-saham konsumer,  dan perdagangan. Laju IHSG akhirnya dapat menjawab dan kebetulan berjalan sesuai perkiraan.

Harapan akan penguatan pun sirna dengan masih berlanjutnya aksi jual. Indikator-indikator teknikal pun menunjukkan masih adanya peluang pelemahan. Tetapi, kami melihat tekanan jual mereda meskipun kami belum terlalu yakin masih dapatkan meredanya tekanan jual tersebut dapat berlanjut. [Sugeng  R]