Mata-uang-dolar-di-gerai-penukaran-mata-uang3Indeks dollar beraada 0,1 persen dari level tertinggi dalam empat pekan terakhir menjelang rilis laporan AS hari ini yang menurut para ekonom akan menunjukkan bahwa pembangunan rumah baru telah mengalami peningkatan serta acuan sektor manufaktur yang mengalami ekspansi.

Indeks Spot Dollar Bloomberg telah meningkat sebesar 0,4 persen dalam beberapa pekan terakhir seiring dengan sinyal kondisi ekonomi AS yang sedang menjadi fokus perhatian telah memicu taruhan bahwa The Fed sedang bergerak mendekati langkah untuk mendongkrak suku bunga. Euro turun ke level terendah lima bulan terhadap yen jelang laporan perkiraan untuk mengkonfirmasikan inflasi di zona Eropa tetep di bawah target bank sentral. Dollar Australia turun menuju dua pekan setelah indeks kepercayaan bisnis di wilayah tersebut memburuk. Mata uang Selandia Baru turun untuk hari keenam.

Indeks Spot Dollar Bloomberg, yang melacak terhadap 10 mata uang lainnya, sedikit berubah ke level 1,009.37 pukul 11:18 siang di Tokyo setelah kemarin naik ke level 1,010.67, yang merupakan level tertinggi sejak 20 Juni lalu.

Dollar berada di posisi $ 1,3530 per euro dari level sebelumnya $ 1,3525, mengalami kenaikan ke level $ 1,3521, level terkuat sejak 16 Juni lalu. Dollar AS turun sebesar 0,1 persen ke level 101,55 yen. Sedangkan Euro turun sebesar 0,1 persen ke level 137,40 yen pasca turun ke level 137,36 yen, merupakan level terlemah sejak 6 Februari lalu.

Pembangunan rumah baru AS mulai meningkat menjadi 1,02 juta pada laju tahunan di bulan Juni dari 1 juta di bulan sebelumnya, menurut survei Bloomberg News jelang laporan Departemen Perdagangan hari ini. Data yang dirilis hari ini akan menunjukkan sektor manufaktur di wilayah Philadelphia mengalami ekspansi untuk bulan kelima di bulan Juli, sementara izin pembangunan meningkat pada bulan Juni, menurut survei yang dilakukan terpisah. (knc)

Sumber: Bloomberg