Equityworld Futures Medan : Indeks saham Hong Kong dan Shanghai anjlok di perdagangan Asia Kamis pasca China menetapkan target pertumbuhan ekonomi 2015 dan perdagangan, sementara euro jatuh ke level terendah dalam 11-tahun terakhir menjelang pertemuan kunci Bank Sentral Eropa (ECB).

Wall Street kembali memberikan sentimen negatif meski laporan optimis tentang keadaan ekonomi AS dan pertumbuhan pekerjaan sektor swasta yang sehat.

Indeks Hang Seng Hong Kong merosot sebesar 1,11 persen, atau 272,43 poin ke level 24,193.04 dan indeks Shanghai composite turun sebesar 0,95 persen, atau 31.05 poin ke level 3,248.48.

Indeks Sydney berakhir datar, naik tipis 2,57 poin ke level 5,904.16 dan Indeks Kospi juga hampir tidak berubah, menguat tipis 0,09 poin ke level 1,998.38. Indeks  saham Jepang melonjak 0,26 persen, atau 48,24 poin, ditutup pada level 18,751.84.

China National People’s Congress, di sahkan, dibuka oleh Perdana Menteri Li Keqiang yang akan menetapkan target pertumbuhan untuk tahun ini ‘menjadi tujuh persen’, yang akan menjadi yang paling lambat dalam 25 tahun terakhir.

Tujuannya, yang datang pasca kenaikan 7,4 persen pada tahun 2014, juga menjadikan yang tertinggi di perekonomian nomor dua di dunia  tersebut pada jalur yang lebih berkelanjutan setelah dekade pertumbuhan sangat tinggi.

Pihak berwenang juga memotong target pertumbuhan perdagangan mereka untuk tahun ini untuk ‘sekitar enam persen’ pasca terget pertumbuhan sebesar 7,5 persen telah di capai pada tahun 2014 untuk tahun ketiga berturut-turut.

Selama beberapa bulan terakhir data telah mengindikasikan perlambatan ekonomi, termasuk pada sektor manufaktur, inflasi dan perdagangan.

Dalam laporan kerja, Li mengatakan, China telah memukul ekonomi global yang tengah menghadapi permasalahan, dia menambahkan: ‘Tekanan terhadap ekonomi China terus meningkat, dan kami telah menghadapi berbagai kesulitan dan tantangan ‘. (izr)

Sumber: AFP