Equityworld_MedanEquityworld Futures Medan : Saham Jepang naik untuk hari kedua terkait spekulasi bank sentral yang akan mendukung pertumbuhan bahkan ketika ekonomi AS menunjukkan tanda-tanda penguatan.

Indeks Topix naik sebesar 0,7 persen ke level 1,387.23 pukul 09:02 pagi di Tokyo, menuju reli hari kedua terbesar dalam hampir tiga pekan terakhir. Indeks Nikkei 225 Stock Average naik sebesar 1 persen ke level 17,342.65. Yen tergelincir 0,1 persen ke level 119,80 per dolar pasca kemarin melemah 0,3 persen. Euro merosot ke level terendahnya dalam sembilan tahun terhadap dolar pasca Bank Sentral Eropa (BOE) mengisyaratkan akan segera mulai pembelian obligasi pemerintah. Indeks Standard & Poor 500 hapus kerugian tahun 2015 kemarin karena investor mengambil kenyamanan Federal Reserve yang akan bertindak hati-hati ketika mempertimbangkan kembali waktu untuk kenaikan suku bunga.

Presiden ECB Mario Draghi mengatakan dalam sebuah surat yang diterbitkan di website para pembuat kebijakan bank sentral dapat melakukan langkah-langkah termasuk membeli obligasi pemerintah. Data pabrik dari Jerman, nyaris menghindari dari resesi di tengah tahun 2014, menambah bukti bahwa ekonomi Eropa sedang mengalami kemerosotan dan memperkuat kasus untuk stimulus dari ECB, yang akan melakukan pertemuan pada 22 Januari mendatang.

Sejak rilis risalah dari pertemuan Desember The Fed pada 7 Januari lalu, Obligasi imbal hasil tenor 10-tahun tetap tertekan didekat posisi terendah dalam 18-bulan terakhir, menunjukkan kurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga. Itu mendorong sentimen risiko terhadap ekuitas, dengan indeks MSCI World melompat 2,4 persen dalam dua hari terakhir.

Sebuah laporan pemerintah terkait ketenagakerjaan AS yang akan dirilis hari ini, dengan ekonom mengharapkan peningkatan dari sebanyak 240.000 pekerjaan, pasca lonjakan bulan lalu dari angka 321.000 sehingga memicu optimisme di ekonomi terbesar dunia. Kontrak pada indeks Standard & Poor 500 tergelincir 0,1 persen hari ini pasca indeks acuan naik sebesar 1,8 persen kemarin. (izr)

Sumber: Bloomberg