Equityworld_Medan

Equityworld Futures Medan : Awan kumulonimbus atau cumulonimbus (Cb) bisa muncul di belahan Bumi mana pun. Dijelaskan bahwa awan ini tumbuh akibat pengangkatan massa udara akibat adanya suplai uap air yang sangat banyak dan atmosfer yang labil.

Di Indonesia, kumulonimbus rupanya banyak tumbuh, terutama pada sore hari di musim transisi serta saat musim hujan. “Awan Cb banyak tumbuh. Pada musim transisi biasanya Cb tumbuh sore hari. Pada musim hujan bisa tumbuh sejak pagi hari, terutama di atas laut,” kata Kepala Bidang Pengkajian Penerapan Teknologi Pembuatan Hujan (BPPT) Tri Handoko Seto kepada Okezone, Senin (29/12/2014).

Lebih lanjut ia mengatakan, akibat awan tersebut pesawat bisa menjadi tidak stabil dan kemungkinan mengalami gangguan, bahkan dapat terjatuh. “Tinggi dasar awan Cb sekira 4 ribu kaki dan puncaknya bervariasi, mulai 20 ribu sampai 50 ribu kaki, tetapi umumnya sekira 40 ribu kaki,” tambahnya.

Kumulonimbus berasal dari bahasa Latin, ‘cumulus’ berarti terakumulasi dan ‘nimbus’ berarti hujan. Awan ini tercipta hasil dari ketidakstabilan atmosfer. Awan jenis ini bisa terbentuk secara berkelompok atau berasal dari awan kumulus dan bisa memicu terjadinya badai petir besar.

Awan kumulonimbus memiliki warna putih atau gelap. Ini termasuk keluarga awan yang dapat berkembang secara vertikal. Apabila pesawat berusaha menembus kumulonimbus, maka pesawat akan mengalami apa yang disebut dengan turbulensi atau guncangan.

Menurut Tri Handoko Seto, kumulonimbus merupakan awan konvektif yang paling aktif. “Awan ini tumbuh akibat pengangkatan massa udara akibat adanya suplai uap air yang sangat banyak dan atmosfer yang labil,” jelasnya.

Ia menjelaskan, awan kumulonimbus memiliki kandungan es yang masif. “Karena adanya kandungan es yang sangat banyak dan adanya arus naik atau updraft dan arus turun atau downdraft yang cukup kuat maka jika pesawat masuk ke Cb akan sangat berbahaya,” terangnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pesawat AirAsia QZ 8501 jurusan Surabaya-Singapura hilang kontak. Pesawat itu berisikan 155 penumpang yang mayoritas warga negara Indonesia.

(ahl)