Ini ‘Ramalan’ Harga Emas Sampai Akhir Tahun, Masih Bisa Naik!

Harga Emas Hari Ini Jomplang: Antam Terbang, Lawannya Tumbang!

PT Equityworld Futures Medan- Harga emas dunia bergerak naik pada perdagangan pagi ini. Perkembangan terbaru di Amerika Serikat (AS) menjadi sentimen positif bagi sang logam mulia.
Pada Jumat (30/7/2021) pukul 07:22 WIB, harga emas dunia di pasar spot tercatat US$ 1.827,71/troy ons. Naik tipis 0,01% dibandingkan posisi hari sebelumnya.

Emas bersiap mencetak kenaikan harga secara mingguan. Dalam sepekan terakhir, harga emas melesat 1,51%.

Malam tadi waktu Indonesia, US Bureau of Economic Analysis (BEA) merilis data pembacaan awal pertumbuhan ekonomi AS. Pada kuartal II-2021, Produk Domestik Bruto (PDB) Negeri Stars and Stripes tumbuh 6,5% secara kuartalan yang disetahunkan (annualized). Jauh lebih rendah ketimbang konsensus pasar yang dihimpun Reuters yaitu 8,5%.

“Pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2021 mencerminkan keberlanjutan pemulihan ekonomi, pembukaan kembali aktivitas masyarakat, dan berlanjutnya dukungan pemerintah terkait pandemi Covid-19. Pada kuartal II, bantuan pemerintah pusat kepada dunia usaha dan pemerintah daerah meningkat. Namun bantuan kepada rumah tangga, seperti bantuan langsung tunai, berkurang,” sebut keterangan tertulis BEA.

Apapun itu, pasar menilai data ini semakin memberi konfirmasi bahwa bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) sepertinya masih akan mempertahankan kebijakan moneter longgar. Suku bunga akan tetap rendah mendekati 0%, program pembelian aset (quantitative easing) sebesar US$ 120 miliar per bulan tetap berlanjut. Sebab, ternyata ekonomi Negeri Paman Sam masih rapuh, masih butuh dukungan dari semua pihak, termasuk otoritas moneter.

Kebijakan moneter longgar bukan kabar baik bagi dolar AS. Pada pukul 07:37 WIB, Dollar Index (yang mengukur posisi greenback di hadapan enam mata uang utama dunia) melemah 0,05%.

Dolar AS dan harga emas punya hubungan berbanding terbalik. Ini karena emas adalah aset yang dibanderol dengan dolar AS.

Saat dolar AS melemah, maka emas menjadi lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lain. Permintaan emas naik, harga pun ikut terungkit.

Bagaimana prospek harga emas ke depan? Berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan Reuters terhadap 38 analis dan trader, harga emas akan bergerak di kisaran US$ 1.830/troy ons hingga akhir tahun ini. Namun tahun depan, sepertinya harga emas bakal turun karena bank sentral di berbagai negara mulai melakukan pengetatan kebijakan (tapering off).
Sepanjang kuartal III-2021, pelaku pasar memperkirakan rata-rata harga emas berada di US$ 1.835/troy ons dan naik menjadi US$ 1.841/troy ons pada kuartal IV-2021. Sementara untuk keseluruhan 2021, rata-rata harga emas diperkirakan US$ 1.812/troy ons dan kemudian turun menjadi US$ 1.785/troy ons pada 2022.

Dalam jangka pendek, kenaikan harga emas akan didorong oleh peningkatan permintaan seperti untuk kebutuhan perhiasan maupun investasi pengganti dolar AS yang cenderung melemah akhir-akhir ini. Tren peningkatan inflasi global juga membuat emas menjadi lebih menarik, karena emas dipandang sebagai aset ‘anti-inflasi’.

Wang Tao, Analis Komoditas Reuters, memperkirakan target harga emas dalam waktu dekat ada di kisaran US$ 1.842-1.855/troy ons. Sedangkan level support akan berada di rentang US$ 1.822-1.810/troy ons

Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan