Investasi bisnis Inggris melambat bahkan sebelum BrexitEquityworld Futures Medan – Bisnis investasi di Inggris Raya melambat pada kuartal pertama, menurut statistik resmi yang dirilis hari Kamis, menambah tanda-tanda ekonomi kehilangan tenaga bahkan sebelum Inggris seiring memutuskan untuk meninggalkan Uni Eropa.

Kantor Statistik Nasional mengatakan bahwa investasi bisnis pada kuartal pertama yakni 0,6% lebih rendah dari level dalam tiga bulan terakhir tahun 2015 dan 0,8% lebih rendah daripada tahun sebelumnya.

Inggris memutuskan untuk meninggalkan Uni Eropa dalam hasil referendumnya Kamis lalu, mengakibatkan guncangan yang menyebabkan gejolak di pasar keuangan dan memicu pergolakan politik.

Para ekonom memperkirakan ekonomi Inggris untuk melambat tajam dalam beberapa bulan mendatang, seiring ketidakpastian atas hubungan masa depan Inggris dengan mitra perdagangan terbesar mereka memperlambat perdagangan dan investasi serta membelokkan kepercayaan konsumen dan bisnis.

ONS mengkonfirmasi bahwa ekonomi tumbuh 0,4% pada kuartal pertama dalam estimasi akhir pertumbuhan ekonomi untuk periode ini, meskipun ekonomi tumbuh, secara tahunan angka tersebut sedikit lebih cepat dari perkiraan sebelumnya pada 1,8% dibandingkan dengan estimasi sebelumnya 1,4%. Pertumbuhan ini didorong oleh produksi sektor jasa, belanja rumah tangga dan perdagangan, kata ONS.

ONS mengatakan hari Kamis bahwa defisit current account Inggris dengan negara-negara lainnya di dunia menyempit pada kuartal pertama, meskipun masih relatif besar untuk ukuran ekonomi. Defisit current account berarti Inggris menghasilkan lebih sedikit dari luar negeri daripada mengeluarkan di dalam negeri dan harus menjembatani kesenjangan dengan meminjam dari luar negeri dan menarik investasi asing.

Defisit tersebut menyempit menjadi 32,6 miliar pound ($ 43.38) pada kuartal pertama, dari GBP34 miliar di kuartal keempat, kata ONS. Angka itu setara dengan 6,9% dari produksi tahunan Inggris, dan menjadi salah satu defisit terbesar dalam catatan.

Ukuran defisit neraca Inggris saat ini secara potensi merupakan hal yang rentan setelah keputusan Inggris untik meninggalkan Uni Eropa, menurut ekonom dan Bank of England, dikarenakan pembiayaan kesenjangan dapat menjadi sulit apabila investor asing memutuskan bahwa prospek do Inggris menjadi buruk. Dalam kasus ekstrim, pembuat kebijakan mungkin perlu untuk menaikkan suku bunga untuk menarik modal asing dan menekan pengeluaran domestik untuk mengurangi kekurangan tersebut.

Investasi asing langsung ke dalam Inggris berada di angka GBP38.3 miliar pada kuartal pertama, sedikit lebih rendah dari GBP39.6 miliar yang tercatat pada tahun sebelumnya, kata ONS. (sdm)

Sumber: marketwatch