Equity World Medan – Saling ancam antara Amerika Serikat ( AS) dan Korea Utara membuat investor menarik diri dari bursa saham dan aset berisiko lain di Rabu (9/8/2017) waktu setempat atau Kamis (19/8/2017) waktu Indonesia.

Investor memilih masuk ke aset aman atau safe haven seperti emas dan tresuri.

Walaupun begitu, bursa saham AS tidak terguncang hebat akibat aksi cari aman para investor. Sebab, kinerja sektor kesehatan ternyata cemerlang dan data ekonomi terbaru AS juga menggembirakan pasar.

“Penguatan ekonomi global didorong oleh penguatan kinerja membantu meminimalisir kekhawatiran akibat ketegangan geopolitik. Ekonomi global memang sedang menguat,” kata Ryan Detrick, senior market strategist di LPL Financial di Charlotte, North Carolina.

Sebelumnya, Presiden AS berbicara keras mengenai Korea Utara. Bahwa negara tersebut akan menerima kemarahan besar dari AS yang belum pernah dilihat dunia sebelumnya.

(Baca: Perekonomian Korea Utara Melambat, Apa Sebabnya?)

Aksi Trump membuat bursa saham AS dituup turun pada Selasa Sore. Kondisi itu mengaktifkan VIX, atau ongkos proteksi terhadap penurunan di indeks S&P 500, yang naik 1,4 persen lebih tinggi.

Membalas pidato Trump, Korea Autara mengatakan sedang merencakan secara hati-hati serangan misil ke wilayah pasifik AS yakni di Guam, yang jadi pangkalan militer terbesar AS.

Menteri Pertahanan AS Jim Mattis memperingatkan pihak Pyongyang untuk menyetop semua aksi yang akan menyebabkan berakhirnya rezim pemerintahan di Korea Utara serta kehancuran masyarakatnya.

Pada Rabu waktu setempat, tiga indeks utama di AS ditutup sedikit menurun. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 36,64 poin atau turun 0,17 persen ke level 22.048,7.

Indeks S&P 500 turun 0,9 poin atau turun 0,04 persen ke level 2.474,02. Sementara indeks Nasdaq Composite turun 18,13 poin atau turun 0,28 persen ke level 6.352,33.

Sumber: Kompas.com

PT Equityworld Futures
EWF Medan