Investor Mulai Khawatir, IHSG Jadi Ragu untuk Lanjut Reli

Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

 

PT Equityworld Futures Medan-Di akhir perdagangan kemarin, Rabu (10/6/2020), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkapar di zona merah. Tertekan sejak awal perdagangan, IHSG anjlok 2,27% ke level 4.920,68 karena aksi profit taking para investor setelah reli panjang selama dua pekan.

Investor asing kembali mencatatkan aksi jual bersih sebanyak Rp 517 miliar di pasar reguler. Nilai transaksi mencapai Rp 10,78 triliun.

Pada perdagangan hari ini sentimen datang dari Amerika Serikat. Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut The Fed masih akan mempertahankan tingkat suku bunga rendah tahun ini. Meskipun ada potensi untuk mengalami kenaikkan, namun mungkin akan terjadi pada kisaran tahun 2022.

Hal tersebut disampaikan oleh Jerome Powell dalam konferensi persnya kemarin usai pertemuan bank sentral.

Dia juga menyampaikan proyeksi perekonomian Amerika mengenai tingkat pengangguran di Amerika akan mengalami penurunan menjadi 9,3% dalam kurun waktu 3 bulan terakhir, dari sebelumnya 13,3% pada bulan Mei lalu, dan akan kembali menurun hingga 6,5% pada tahun 2021.

Tingkat pertumbuhan ekonomi Amerika akan mengalami kontraksi sebesar 6,5% tahun ini sebelum pada akhirnya mengalami kenaikan sebesar 5% pada tahun depan. Dan mengenai inflasi, tentunya akan berada di bawah target The Fed yaitu 2% hingga 2022.

Dari dalam negeri, menurut Reliance Sekuritas Indonesia, investor mencemaskan kondisi LDR bank saat ini terpantau cukup tinggi, dimana rata-rata diatas 80%. Sehingga dengan tingkat LDR tersebut, dikhawatirkan penarikan dana akan terganggu, terutama dalam jumlah besar.

Selanjutnya investor menanti langkah kebijakan bank sentral untuk pemulihan ekonomi akibat dampak dari virus corona. OECD mengatakan ekonomi global akan terkontraksi 6% di tahun ini.

Artha Sekuritas menyebutkan investor mulai mencemaskan kenaikan jumlah positif Covid-19 di Indonesia yang mulai meningkat setelah pelonggaran PSBB. Karena hal tersebut indeks diperkirakan akan bergerak melemah.

Dari segi teknikal, MNC Sekuritas menyebutkan selama IHSG belum mampu menguat di atas 5.140, maka diperkirakan saat ini pergerakan IHSG sedang berada di wave A dari wave (2), dimana IHSG masih akan cenderung terkoreksi namun relatif terbatas.

Pergerakan IHSG diperkirakan IHSG akan rebound untuk membentuk wave B terlebih dahulu ke arah 4.950-5.015. Perhatikan support IHSG di 4.850 dan 4.747, apabila IHSG terkoreksi melebihi level support tersebut, bukan tidak mungkin IHSG akan kembali ke area 4.400-4.500.

Hari ini indeks diperkirakan akan bergerak di kisaran support 4.850 dan 4.747 serta resisten di 5.010 dan 5.050.

Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan