Jakarta Hujan, IHSG Hijau, Akankah Tembus 6.000 Hari Ini?

Jakarta Hujan, IHSG Hijau, Akankah Tembus 6.000 Hari Ini?PT Equityworld Medan – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona hijau pada pagi hari ini, Kamis (20/2/2020). Dalam 3 hari terakhir IHSG selalu ditutup di zona hijau.

Kemarin, Rabu (19/2/2020), pada perdagangan sesi dua indeks bursa saham Tanah Air mampu finis di zona hijau dengan mencatatkan penguatan sebesar 0,71% ke level 5.928,79. Pada pukul 09.31 WIB hari ini, IHSG menguat 0,44% di level 5.956,83 setelah dibuka hijau di level 5.955,76.

Di tengah guyuran hujan di Ibu Kota Jakarta, nilai transaksi harian baru mencapai Rp 702 miliar.

Tadi pagi, tiga indeks utama bursa saham AS juga ditutup di zona hijau. Bahkan ada yang mencetak rekor level tertinggi. Indeks Dow Jones menguat 0,4%, sementara indeks S&P 500 dan Nasdaq mencetak rekor tertinggi setelah menguat masing-masing 0,47% dan 0,87%.

Sementara bursa kawasan Asia bergerak bervariasi pada pagi ini. Indeks Kospi dan Straits Times melemah masing-masing 00,23% dan 0,14%. Sementara Indeks Shanghai Composite dan indeks Hang Seng menguat masing-masing 0,52% dan 0,24%.

Senada dengan bursa China dan Hong Kong, indeks Nikkei225 juga bergerak di zona hijau pagi ini dan mencatatkan apresiasi sebesar 1,32%. Pada pembukaan perdagangan pukul 09.00 WIB hari ini IHSG dibuka menguat 0,21% atau bertambah 12,66 poin ke level 5.941,45.

Walau virus corona masih menghantui pasar, tetapi indeks bursa saham terutama di kawasan Asia sudah mulai pulih. Virus corona yang dikhawatirkan kembali menyeret perekonomian global memang masih terus menelan korban.

Namun jumlah kasus yang dilaporkan akhir-akhir ini tak sesignifikan sebelumnya. Menurut data John Hopkins University CSSE, sampai dengan pagi ini sudah ada 75.673 kasus orang positif terinfeksi virus corona. Jumlah korban meninggal bertambah dari posisi kemarin sebanyak 2.009 kini menjadi 2.126.

Walau jumlah kasus yang dilaporkan tak sebanyak periode sebelumnya. Namun WHO mengatakan terlalu dini untuk mengatakan bahwa virus ini sudah mulai dapat dikontrol. Sudah ada 28 negara yang melaporkan temuan virus corona di negaranya.

Beberapa negara yang berisiko tinggi seperti Afrika dan Indonesia masih belum melaporkan satu kasus pun. Hal yang dikhawatirkan adalah virus ini sebenarnya sudah masuk ke negara tersebut, tetapi tidak terdeteksi.

Untuk meredam dampak virus corona ke perekonomian, Bank Sentral China (PBoC) mengambil tindakan untuk menurunkan suku bunga Medium-term Lending Facility (MLF) tenor setahun dari 3,25% menjadi 3,15%. Selain itu PBoC juga akan menggelontorkan dana senilai US$ 29 miliar untuk pinjaman jangka menengah.

Penurunan suku bunga tersebut dimaksudkan untuk menambah likuiditas di pasar dengan harapan roda perekonomian bisa berputar dan tak seret. Bukan kali ini saja otoritas moneter China bertindak.

Pekan lalu PBoC memutuskan untuk menurunkan suku bunga reverse repo tenor 7 hari menjadi 2,4% dan tenor 14 hari menjadi 2,55%. PBoC juga menyuntikkan likuiditas ke pasar melalui operasi pasar terbuka sebanyak US$ 242,7 miliar.

Sementara dari dalam negeri, hari ini para pelaku pasar menantikan kebijakan moneter yang akan diambil oleh Bank Indonesia. Poling yang dihimpun CNBC Indonesia menunjukkan pasar terbagi menjadi dua kubu.

Dari 11 institusi yang berpartisipasi dalam pembentukan konsensus pasar CNBC Indonesia, enam di antaranya memperkirakan suku bunga acuan bertahan di 5%. Sisanya meramal BI 7 Day Reverse Repo Rate diturunkan 25 basis poin (bps) menjadi 4,75%.

Poling lain yang dihimpun Reuters menunjukkan BI diprediksi akan kembali memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) ke 4,75%. Jika bank sentral kembali memilih melonggarkan kebijakan moneternya maka langkah tersebut berpotensi direspon baik oleh pasar mengingat perekonomian Indonesia bisa makin seret terkena dampak dari virus corona.

Sementara sentimen positif lain yang juga mampu mengangkat beberapa bursa saham kawasan Asia termasuk Indonesia adalah kembali beroperasinya perusahaan-perusahaan China.

CNBC International yang mengutip media China melaporkan lebih dari 80% BUMN atau sekitar 20.000 anak perusahaan manufaktur sudah mulai beroperasi di Negeri Tiongkok.

Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2019
Loker EWF Medan