Kalau Biden Kalahkan Trump, Ini Dia Bocoran Saham Pilihannya!

Joe Biden's views on tech - CNETPT Equityworld Futures Medan-Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS) sudah dimulai sejak tadi malam atau Selasa 3 November waktu AS. Donald Trump-Mike Pence sebagai petahana melawan penantangnya Joe Biden-Kamala Harris.
Sebagai catatan, angka pemilih yang memberi suara di Pemilu Presiden AS kali ini juga mencetak rekor. Dilansir dari USA Today, setidaknya ada 101,2 juta orang memberi suara di awal Pilpres ini.

Angka tersebut didapat dari US Elections Project, yang melacak pemungutan suara awal di negara itu. Ini mencakup 36 juta suara awal secara langsung dan lebih dari 65 juta suara yang diberikan melalui surat (mail).

Angka warga yang memberi suara diprediksi akan melampaui 150 juta orang secara keseluruhan. Jika benar terjadi, jumlah ini adalah terbanyak dalam sejarah AS, sejak pemilu tahun 1908.

Belum tahu siapa yang menang. Kendati berdasarkan sejumlah polling, Joe Biden disebut memimpin persaingan dalam jajak pendapat nasional. Meski demikian, pengumuman pemenang masih akan ditentukan di Electoral College bukan popular vote.

Well, dengan bergantinya pemimpin AS nantinya kebijakan yang akan keluar dari Gedung Putih juga akan berubah.

Apakah kebijakan nantinya akan sama dengan Trump dari Republik atau nanti Biden dari Partai Demokrat.

Apakah nantinya kebijakan si presiden pemenang akan menguntungkan bursa saham lokal ?

Apabila memang diuntungkan, pertanyaannya, sektor-sektor dan saham apakah yang masih memiliki prospek yang cerah?

Salah satu kebijakan Partai Demokrat yang ikonik adalah stimulus fiskal yang jumbo. Nancy Pelosi, Ketua House of Representative (DPR) dari Partai Demokrat sebelumnya mengajukan stimulus fiskal dengan nilai US$ 2,2 triliun, yang tidak disepakati oleh Pemerintahan Trump, dan ditolak oleh Partai Republik.

Semakin besar stimulus artinya semakin banyak dolar AS yang beredar di perekonomian, sehingga secara teori greenback akan melemah.

Nah, apabila mata uang Paman Sam nilainya merosot maka salah satu komoditas yang akan diuntungkan tentunya adalah emas karena harga emas dihitung dengan acuan dolar AS.

Karena harga komoditasnya meningkat tentu saja emiten-emiten yang bergerak di sektor emas akan diuntungkan.

Tercatat emiten emas dengan valuasi paling murah baik menggunakan metode valuasi harga dibandingkan dengan laba bersih (PER, price to earnings ratio) maupun valuasi harga dibandingkan dengan nilai buku (PBV, price to book value) jatuh kepada PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) dengan valuasi masing-masing 5,20 kali dan 0,71 kali.

Selanjutnya sektor kedua yang diuntungkan lagi-lagi datang dari sektor komoditas yakni batu bara dan minyak sawit.

Sentimen positif muncul untuk sektor ini, sebab apabila Biden terpilih tentunya dengan sikap Biden yang cenderung lebih lunak terhadap China dan negara-negara lainnya tentu saja membuka peluang perang dagang akan segera usaidan tentu saja ini merupakan hal positif bagi komoditas di atas.

Apalagi komoditas yang salah satu target ekspornya terbesarnya adalah AS seperti minyak sawit, yang tentu saja bisa sewaktu-waktu diberikan bea masuk dan tarif yang tinggi oleh Trump.

Ingat ketidakpastian adalah musuh utama pasar modal.

Tercatat emiten sawit dengan PER yang paling menarik adalah PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) dengan PER sebesar 6,16 kali.

Sedangkan apabila menggunakan metode valuasi PBV, emiten CPO termurah jatuh kepada PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) dengan PBV sebesar 0,37 kali.

Selanjutnya untuk emiten batu bara dengan PER yang paling menarik adalah PT Petrosea Tbk (PTRO) dengan PER sebesar 6,61 kali.

Adapun bila menggunakan metode valuasi PBV, emiten batu legam termurah jatuh kepada PT Indika Energy Tbk (INDY) dengan PBV sebesar 0,44 kali.

Sejatinya dengan terpilihnya Biden menjadi presiden AS ke-46 jika benar sesuai dengan prediksi, secara umum pasar modal negara-negara berkembang di Indonesia akan diuntungkan.

Akan tetapi apabila ada dana asing yang jumbo yang masuk baik ke sektor riil maupun ke pasar modal maka biasanya sektor yang paling diuntungkan adalah sektor finansial terutama bank-bank raksasa big four.

Hal ini dikarenakan komposisi sektor finansial yang mendominasi kapitalisasi pasar IHSG sehingga lebih menarik untuk ditempatkan dananya oleh asing dan tentu saja potensi sektor finansial untuk mengelola dana yang masuk. Berikut emiten perbankan Big Four beserta valuasinya.

Tercatat emiten perbankan besar dengan PER yang paling menarik adalah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan PER sebesar 14,97 kali.

Sedangkan apabila menggunakan metode valuasi PBV, emiten CPO termurah jatuh kepada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dengan PBV sebesar 0,79 kali

Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan