Equityworld_MedanMinyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun untuk kedua kalinya dalam tiga hari berturut-turut setelah data industri menunjukkan pasokan bahan bakar di AS meningkat, pengguna minyak terbesar di dunia.

Kontrak berjangka turun sebesar 0,5 persen di New York. Bensin dan pasokan distilat diperluas sebesar 400.000 barel pada pekan lalu, menurut American Petroleum Institute kemarin. Rilis Data dari Administrasi Informasi Energi hari ini diperkirakan menyusut 1,4 juta barel pada pasokan bahan bakar motor, menurut survei Bloomberg News.

WTI untuk pengiriman bulan Oktober tergelincir sebesar 47 sen ke level $ 95,07 per barel di perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange dan berada di level $ 95,15 pukul 08:56 waktu Sydney. Kontrak tersebut naik sebesar $ 2,66 ke level $ 95,54 kemarin, level terbesarnya sejak Agustus 2013 lalu. Volume semua berjangka yang ditransaksikan sebesar 54 persen di bawah rata-rata 100 hari. WTI merosot sebesar 3,3 persen pada tahun ini.

Minyak Brent untuk pengiriman bulan Oktober naik sebesar $ 2,43, atau 2,4 persen, ke level $ 102,77 per barel di London berbasis ICE Futures Europe exchange kemarin. Minyak mentah acuan Eropa mengakhiri sesi dengan premi sebesar $ 7,23 dibandingkan minyak mentah WTI.

Pasokan minyak mentah AS turun sebesar 500.000 barel pada pekan yang berakhir 29 Agustus lalu, API mengatakan, menurut Bain Energy. The EIA diperkirakan pasokan turun sebesar 1 juta, menurut perkiraan rata-rata dari 10 analis yang disurvei oleh Bloomberg. (knc)

Sumber : Bloomberg