Kekhawatiran Pasokan Minyak Rebound

Equity world – Harga minyak sedikit mendaki naik selama perdagangan Eropa, Kamis (1/9), setelah jatuh semalam akibat data Badan Administrasi Informasi Energi AS menghidupkan kembali kekhawatiran melimpahnya pasokan global.

Minyak mentah untuk pengiriman Oktober di Bursa Perdagangan New York naik tipis 11 sen, atau 0,29%, diperdagangkan pada $44,84 per barel pukul 14.05 WIB.

Sehari sebelumnya, minyak berjangka New York diperdagangkan merosot $1,65, atau 3,56%, setelah data pasokan mingguan menunjukkan terciptanya kejutan besar minyak mentah dan stok sulingan AS serta pelemahn lebih kecil dari yang diperkirakan dalam bensin.

Menurut Badan Administrasi Informasi Energi AS, persediaan minyak mentah naik 2,3 juta barel menjadi 525.9 juta, yang EIA anggap “tingkat historis tertinggi sepanjang tahun ini”.

Dalam persediaan sulingan termasuk diesel, EIA melaporkan peningkatan sebesar 1.496 juta barel. Laporan ini juga menunjukkan bahwa persediaan bensin menurun 691.000 barel, mengecewakan harapan untuk penurunan 1.157 juta barel.

Sementara itu, di Bursa Berjangka ICE London, minyak Brent untuk pengiriman November naik 3 sen, atau 0,06%, diperdagangkan pada $46,94 per barel.

Pada hari Rabu, Brent London diperdagangkan kehilangan $1,84, atau 3,78%, di tengah memudarnya harapan pembekuan produksi dan kekhawatiran tentang produksi tambahan dari Timur Tengah dan Afrika yang membebani sentimen.

Kemungkinan minimal bahwa pertemuan mendatang antara produsen minyak utama di akhir September akan menghasilkan tindakan apapun untuk mengurangi banjirnya pasokan global setelah Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih mengatakan bahwa dia tidak percaya “intervensi signifikan” apapun di pasar minyak yang diperlukan.

Sebuah usaha bersama-sama mempertahankan tingkat produksi awal tahun ini gagal setelah Arab Saudi mundur atas penolakan Iran dalam mengambil bagian dari inisiatif, menggarisbawahi kesulitan persaingan politik dalam menggabungkan konsensus.

Sumber: investing.com

EQUITY WORLD FUTURES