Minyak-mentah-BrentMinyak mentah WTI (West Texas Intermediate) menuju penurunan mingguan ke-2 ditengah spekulasi bahwa pasokan minyak mentah dari Irak tidak akan terpengaruh oleh ketegangan dan upaya Libya untuk melakukan pengiriman minyak mentah kembali setelah dibukanya kembali terminal pengiriman.
Kontrak berjangka flat di New York setelah kemarin turun pada hari ke-6, penurunan terlama sejak Mei 2012 lalu. Pertempuran di Irak belum mennyebar hingga ke selatan, yang merupakan tempat bagi lebih dari sepertiga output minyak mentahnya. Libya akan kembali memulai ekspor pada kapasitasa penuh dari 2 pelabuhan di wilyaha timur setelah diambil alih dari para pemberontak, menurut juru bicara National Oil Corp kemarin.
WTI untuk pengiriman Agustus berada pada level $104.09 per barel, naik 3 sen pada perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange pukul 9:27 pagi waktu Sydney. Kemarin kontrak turun 0.4% ke level $104.06. Harga telah mengalami penurunan sebesar 1.6% dalam sepekan ini. Volume semua kontrak berjangka diperdagangkan sebesar 85% dibawah 100-hari rata-rata.
Kemarin Brent untuk penyelesaian Agustus turun 24 sen atau 0.2% ke level $111 per barel di ICE Futures Europe exchange, London. Acuan minyak mentah Eropa tersebut mengakhiri sesi lebih tinggi sebesar $6.94 dibanding WTI. (bgs)
Sumber : Bloomberg