Kenaikan Suku Bunga The Fed Dapat Memukul Harga EmasEquityworld Futures Medan : HARGA EMAS bertahan pada kisaran level $1.060 per ons di London pada hari Selasa, ditransaksikan disekitar 1,4% di atas level baru terendah 6 tahun bulan ini karena reli tajam pasar saham AS menjelang kenaikan suku bunga AS lama diharapkan besok dari Federal Reserve.

Harga minyak mentah stabil di atas level penutupan kemarin dekat level terendahnya dalam  11-tahun namun logam dasar kembali terdepresiasi seiring Baltic Dry Index dari biaya pengiriman turun hampir 5% menjadi yang terendah dalam 30-tahun terakhir menurut Bloomberg News, menunjukan penurunan output baja China.

Perak hari ini naik tipis kembali di atas level $13,80, sekitar 15 sen di atas level terendah terbaru 6 tahun pada Senin kemarin, tapi masih berada 25% di bawah level tertingginya pada tahun pada Januari lalu yang menembus $18 per ons.

“Kami melihat kondisi tenang di sebagian besar pasar,” menurut broker US INTL FCStone, “[dan] tidak berharap banyak yang terjadi dalam 10 jam atau lebih, karena pasar tengah menunggu.”

“Emas masih menghadapi tekanan jual,” menurut pelaku pasar dari dealer Hong Kong Wing Fung Precious Metals, ia mengatakan bahwa “risiko meningkat” begitu kesulitan untuk pasar emas.

“Risiko besar [untuk harga logam mulia] jika The Fed menaikan suku bunganya,” Reuters mengutip pernyataan Matthew Turner analis Macquarie Bank Australia di London.

“Jika kita percaya Anda harus menaikkan suku bunga untuk alasan stabilitas keuangan,” menurut mantan Sekretaris Keuangan AS dan salah satu calon ketua The Fed Larry Summers dalam sebuah wawancara, “Anda harus percaya ada masalah serius percaya diri, dari pembentukan gelembung.

“Anda tidak bisa mengatakan bahwa saat ini kenaikan high-yield bonds, pasar negara berkembang atau komoditas.”

“Saya berharap Fed tidak akan menaikan suku bunga sekarang ini,” Summers menambahkan dalam sebuah artikel untuk Washington Post, “di menandakan kenaikan lebih lanjut sampai dan kecuali ada bukti yang lebih jelas tentang percepatan inflasi.” (izr)

Sumber: BullionVault