Kesepakatan Nuklir Iran Ringankan Penderitaan Sanksi, Tutur Seorang Supir Taxi Teheran

Kesepakatan Nuklir Iran Ringankan Penderitaan Sanksi, Tutur Seorang Supir Taxi TeheranEquityworld Futures Medan: Di jalan-jalan ibukota Iran, seorang sopir berbicara perang, filsafat, dan sanksi. Tiba di negara baru, orang pertama yang akan sering ditemui oleh pengunjung adalah sopir taksi. Di jalan-jalan ibukota Iran, Teheran, taksi kuning dan hijau di mana-mana dan supir taksi-taksi tersebut biasanya memiliki banyak cerita untuk diceritrakan. Kami bertemu dengan Hamid Bavi, seorang tutor di salah universitas di Iran yang mengendarai taksi “sebagai sampingan,” disaat laporan perjalanan kami ke Iran hampir berakhir. Kami mendekatinya dengan izin syuting kami, mencari sebuah wawancara, tapi dia langsung mengatakan: “.. Saya tidak perlu melihat surat-surat anda mari kita pergi” Menurutnya sanksi telah menghantaml Iran begitu keras. Mata uangnya, Rial, telah kehilangan sekitar dua pertiga dari nilainya sejak 2011, pendapatan minyak telah jatuh secara signifikan, dan inflasi spiral yang berarti biaya-biaya untuk banyak bahan dasar menjadi naik sebesar tiga kali lipat. Orang biasa seperti Bavi sering kali perlu untuk melakukan lebih dari satu pekerjaan agar dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Seorang mantan tentara dan veteran perang Iran-Irak, Bavi adalah filosofis tentang masa lalu. “Hidup di bawah sanksi itu sulit,” katanya. Tapi tidak “setangguh perang.” Sumber: Bloomberg