Equityworld Futures Medan : Perusahaan ternama asal Korea Selatan, Samsung Electronics Co. masih terus berjuang untuk meningkatkan laba usahanya di triwulan pertama tahun ini dengan dikeluarkannya produk smartphone baru dibawah bendera Galaxy S6.

Samsung pada Rabu pagi ini mengatakan bahwa laba bersih tiga bulan pertama tahun ini yang berakhir 31 Maret dibukukan pada angka 4.63 trilyun won ($4.3 milyar), turun 39% dari tahun sebelumnya. Hasil ini ternyata lebih buruk dari harapan pasar untuk penurunan sebesar 30% menurut perkiraan rata-rata dari 8 analis yang disurvey Dow Jones.

Penurunan ini disebabkan mulai banyaknya konsumen yang beralih ke iPhone dari Apple Inc dan perusahaan smartphone asal China, Xiaomi. Laba operasional divisi penjualan Samsung turun 2.74 trilyun won, 57% lebih rendah dari tahun sebelumnya.

Disisi terangnya, margin laba operasional mobile naik 10.6% untuk kurtal ini, peningkatan dari 7.4% di kuartal empat tahun lalu. Peningkatan ini berkat turunnya biaya penjualan dan penjualan yang lebih baik untuk smartphone kalangan menengah.

Untuk kuartal selanjutnya, peningkatan pendapatan diharapkan dapat terjadi dengan baru diluncurkannya Galaxy S6 dan Galaxy S6 Edge, menurut analis.

Analis lokal memperkirakan bahwa Samsung telah mengekspor 82 juta smartphone di kuartal pertama tahun ini. Perkiraan tersebut mewakili penurunan dari 89 juta unit yang di ekspor pada periode yang sama tahun lalu, menurut perusahaan survey Strategy Analytics.

Sementara itu, Apple pekan ini mengatakan telah menjual 61.2 juta iPhone di kuartal pertama tahun ini, naik 40% dari periode tahun lalu. Penjualan iPhone meningkat pada emerging market termasuk China dan mengkontribusi kenaikan laba bersih sebesar 33%.

Tingkat pengembalian usaha (revenue) Samsung turun 12% menjadi 47 trilyun won, sejalan dengan estimasi yang telah diberikan perusahaan berbasis di Korea Selatan tersebut awal bulan ini. (brc)

 

Sumber : Marketwatch