Khawatirkan Inflasi Tinggi, Dow Futures Melemah 115 Poin

Final numbers for the Dow Jones industrial average are displayed after the close of trading on the floor of the New York Stock Exchange (NYSE) in Manhattan in New York, U.S., October 11, 2018. REUTERS/Brendan McDermid
Fed Tak Suntikkan Obat Kuat Baru, Dow Futures Melemah

PT Equityworld Futures Medan-Kontrak berjangka (futures) indeks bursa Amerika Serikat (AS) memasuki zona merah pada perdagangan Senin (17/5/2021), menyusul berlanjutnya aksi jual besar-besaran di tengah lonjakan inflasi.
Kontrak futures indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 115 poin dari nilai wajarnya. Kontrak serupa indeks S&P 500 dan Nasdaq juga kompak tertekan, sebesar 0,3%.

Saham emiten media melesat di sesi pra-pembukaan di tengah pengumuman merger. AT&T mengumumkan pihaknya melakukan negosiasi untuk merger dengan WarnerMedia, termasuk HBO dan Discovery Channel. Entitas hasil merger akan tercatat di bursa secara terpisah.

Saham Discovery melesat 16% di sesi awal perdagangan, sedangkan saham AT&T menguat 4,9%.

Bitcoin juga menjadi perhatian menyusul anjloknya harga mata uang kripto tersebut ke bawah US$ 43.000 pada Minggu, setelah CEO Tesla Elon Musk dalam cuitannya di Twitter mengatakan menjajaki peluang melepas Bitcoin yang dimiliki, setelah pekan lalu menyatakan menunda rencana menerima pembayaran Bitcoin karena pertimbangan lingkungan.

Harga Bitcoin berbalik menguat ke level uS$ 45.000 setelah Musk mengklarifikasikan bahwa Tesla “belum melepas Bitcoin yang dimiliki.” Saham Tesla tumbang 1% di sesi pra-pembukaan. Sementara itu, saham raksasa teknologi lainnya bergerak variatif, di mana Apple melemah, tapi Amazon menguat.

Wall Street pekan lalu melewati pekan yang mendebarkan dengan indeks S&P 500 sempat anjlok 4% sehari dan selama sepekan terhitung melemah 1,4%. Indeks Nasdaq juga tertekan sebesar 2,3%, sedangkan indeks Dow Jones turun 1,1%.

“Kejadian sepekan tak hanya memberi sinyal peringatan mengenai betapa buruknya efek inflasi tetapi juga tanda bahaya tentang bagaimana berakhirnya pasar yang sudah jenuh beli,” tutur Nikolaos Panigirtzoglou, Direktur Pelaksana JPMorgan, dalam laporan riset yang dikutip CNBC International.

Indeks Harga Konsumen (IHK) di AS pada April melompat 4,2% secara tahunan, menjadi laju yang tercepat sejak 2008, sehingga memicu kekhawatiran bahwa bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) bakal dipaksa mengurangi laju pembelian surat berharga di pasar. Pelaku pasar bakal mencari celah peluang perubahan kebijakan The Fed dari nota rapat terakhir yang akan dirilis pada Rabu nanti.

Dari sisi korporasi, sebanyak lebih dari 90% emiten yang menjadi konstituen indeks S&P 500 telah merilis kinerja keuangannya. Dari situ, 86% di antaranya mencetak kinerja yang lebih baik dari ekspektasi pasar. Ini merupakan persentase terbesar sejak 2008, menurut data FactSet.

Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan