Lagi-Lagi Virus Corona Bikin Rupiah Nyangkut di Zona Merah

[THUMB] Rupiah Sentuh 30.000PT Equityworld Futures Medan- Nilai tukar rupiah melemah melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (3/8/2020) setelah sepanjang pekan lalu menguat tipis 0,07%. Virus corona kembali membuat sentimen pelaku pasar memburuk hingga akhirnya menekan rupiah.

Melansir data Refiniitiv, rupiah membuka perdagangan hari ini dengan stagnan di level Rp 14.530/US$, tetapi tidak lama langsung masuk ke zona merah. Pelemahan rupiah semakin membengkak, pada pukul 12:00 WIB berada di level Rp 14.570/US$, melemah 0,28% di pasar spot.

Tren penambahan kasus penyakit virus corona (Covid-19) di Indonesia masih terus menanjak. Di ibu kota negara, DKI Jakarta, juga masih tinggi, bahkan muncul cluster baru, yakni wilayah perkantoran.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan akhirnya kembali memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi pada Kamis pekan lalu. PSBB transisi diperpanjang selama 2 pekan hingga 13 Agustus mendatang.

PSSB transisi yang terus diperpanjang tersebut berisiko membuat pemulihan ekonomi Indonesia berjalan lebih lambat dan lama. Dengan perpanjangan tersebut artinya separuh kuartal III-2020 masih terjadi PSBB transisi, maka ada risiko pertumbuhan ekonomi minus, seperti yang diramal oleh Bank Dunia beberapa pekan lalu.

Maklum saja, DKI Jakarta berkontribusi sebesar 29% terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional di tahun 2019.

Bank Dunia merilis laporan Indonesia Economic Prospects edisi Juli 2020. Laporan itu diberi judul The Long Road to Recovery.

Lembaga yang berkantor pusat di Washington DC (Amerika Serikat) itu memperkirakan

Namun Bank Dunia punya skenario kedua, yaitu ekonomi Indonesia mengalami kontraksi -2% pada 2020 jika resesi global ternyata lebih dalam dan pembatasan sosial domestik lebih ketat.

“Ekonomi Indonesia bisa saja memasuki resesi jika pembatasan sosial berlanjut pada kuartal III-2020 dan kuartal IV-2020 dan/atau resesi ekonomi dunia lebih parah dari perkiraan sebelumnya,” tulis laporan Bank Dunia

Tidak hanya di dalam negeri, Australia yang sebelumnya sukses meredam penyebaran virus corona kini mengalami serangan gelombang kedua, khususnya di Negara Bagian Victoria.

Pada pertengahan Juni lalu, jumlah kasus di Australia bertambah hanya belasan, bahkan sempat 0 kasus pada 10 Juni lalu, berdasarkan data CEIC.

Belakangan ini, jumlah kasusnya terus menanjak Victoria, hingga mendeklarasikan “state of disaster” atau keadaan bencana hari Minggu kemarin.

Jumlah kasus di Australia saat ini mencapai 17.923 orang, tetapi di bulan Juli saja, total jumlah kasus di Australia sebanyak 8.985 orang, atau 2 kali lipat dari jumlah sebelumnya.

Kemudian dari Filipina, Presiden Rodrigo Duterte memutuskan untuk kembali menerapkan lockdown di Manila Raya dan provinsi-provinsi di sekitarnya seperti Laguna, Cavite, Rizal, dan Bulacan. Ini dilakukan karena terjadi lonjakan kasus Covid-19. Kini, jumlah pasien positif corona di Filipina sudah lebih dari 100.000 orang dan wilayah Manila menjadi zona merah.

Penyebaran virus corona tersebut membuat sentimen pelaku pasar memburuk yang akhirnya membuat rupiah terpuruk hingga pertengahan perdagangan hari ini.

Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan