Equityworld Futures Medan – Minyak mempertahankan keuntungan setelah data industri menunjukkan bahwa stok minyak mentah AS menurun dan di tengah tanda-tanda produksi OPEC mulai menurun sebelum kelompok dan negara-negara produsen lainnya menerapkan penurunan produksi tahun ini.

Minyak berjangka sedikit berubah di New York setelah naik 1,8 persen pada Rabu kemarin. persediaan minyak mentah AS turun 7,43 juta barel pekan lalu, American Petroleum Institute mengatakan dalam satu laporan. Data pemerintah Kamis ini juga diperkirakan akan menunjukkan penurunan. Produksi OPEC turun 310.000 per hari di bulan Desember di tengah gangguan di Nigeria, menurut survei Bloomberg. Angka-angka tersebut termasuk Indonesia, yang ditangguhkan keanggotaannya pada 30 November.

West Texas Intermediate untuk pengiriman Februari berada di $ 53,20 per barel di New York Mercantile Exchange, turun 6 sen, pada 09:02 pagi di Hong Kong. Total volume perdagangan sekitar 65 persen di bawah rata-rata 100-harinya. Kontrak tersebut naik 93 sen ke $ 53,26 pada hari Rabu kemarin. Harga meningkat 45 persen tahun lalu, keuntungan pertama sejak 2013.

Brent untuk pengiriman Maret kehilangan 10 sen menjadi $ 56,36 per barel di London-based ICE Futures Europe exchange. Kontrak naik 99 sen, atau 1,8 persen, ke $ 56,46 per barel pada hari Rabu. Harga naik 52 persen pada 2016. Minyak acuan global diperdagangkan pada premi sebesar $ 2,21 untuk WTI Maret.(mrv)

Sumber: Bloomberg

PT Equityworld