Lebih Besar dari Utang Pemerintah, Utang BUMN Capai Rp 4.800 T

Equity World Medan – Utang pemerintah yang tembus hingga Rp 4.000 triliun cukup membuat heboh pemberitaan. Namun ternyata jumlah total utang BUMN lebih besar.

Kementerian BUMN sendiri mencatat total utang BUMN hingga 2017 telah tembus hingga Rp 4.825 triliun. Angka itu jauh lebih tinggi dibanding total utang pemerintah yang ada di kisaran Rp 4.000 triliun.

Komisi VI DOR RI pun meminta Kementerian BUMN menjelaskan terkaot utang tersebut. Lalu bagaimana penjelasan pemerintah? berbahaya kah utang BUMN tersebut?

Berikut berita terkait utang BUMN selengkapnya:
Angka tot utang BUMN itu terungkap ketika Komisu VI menggelar rapat kerja dengan Kementerian BUMN membahas mengenai kinerja para BUMN.

Anggota Komisi VI DPR RI Daniel Lumban Tobing lah yang mempertanyakan kondisi utang BUMN saat ini. Pertanyaan itu langsung dijawab oleh Sekretaris Kementerian BUMN Imam Apriyanto Putro.

“Utang BUMN hingga akhir 2017 itu sebesar Rp 4.800 triliun. Sebagian besar dalam bentuk rupiah,” kata Imam di Gedung DPR, Jakarta.

Ketika mendengar angka tersebut, Daniel pun meminta agar ketua Komisi VI DPR untuk kembali menggelar rapat khusu mendalami total utang BUMN.

“Utang BUMN Rp 4.800 triliun, sedangkan utang negara tidak sampai segitu. Apakah ini akan didalami di sesi selanjutnya karena ini berbahaya juga,” tegasnya.

Daniel pun meminta agar Kementerian BUMN membuat rincian tentang total utang BUMN tersebut dari masing-masing perusahaan.

Sekretaris Kementerian BUMN Imam Apriyanto Putro menjelaskan, total utang BUMN hingga 2017 tepatnya mencapai Rp 4.825 triliun. Menurutnya utang tersebut sebagian besar merupakan utang BUMN perbankan dalam bentuk dana pihak ketiga (DPK).

“Itu sebagian besar DPK, tabungan masyarakat juga. Jadi kalau benar-benar dari utang pinjaman atau obligasi mungkin sekitar Rp 2.000 triliunan,” terangnya.

Imam juga menegaskan bahwa utang BUMN tersebut sebagian besar untuk kebutuhan ekspansi dan kegiatan usaha BUMN. Sebab biasanya proyek-proyek yang digarap BUMN dengan rasio pembiayaan 30% dari ekuitas dan 70% pinjaman.

Menurut catatan Kementerian BUMN, total utang BUMN meningkat dari tahun ke tahun. Imam mencatat total utang Rp 4.825 triliun itu naik 38% dibandingkan catatan utang 2014 sebesar Rp 3.488 triliun.

Meski begitu total aset BUMN naik 57% dari 2014 sebesar Rp 4.577 triliun menjadi Rp 7.212 triliun di akhir 2017.

Total ekuitas juga naik 119% dari Rp 1.089 triliun menjadi Rp 2.387 triliun di 2017.

Imam mengatakan, bertambahnya total utang BUMN juga menandakan bahwa para BUMN berkembang. Sebab ketika melakukan ekspansi ataupun menggarap proyek biasanya BUMN menggunakan dana pinjaman untuk pembiayaan.

“Ya namanya kalau mau ekspansi ya harus (berutang), tidak mungkin dari duit sendiri semua,” tegasnya.

Kementerian BUMN memproyeksikan utang BUMN akan kembali meningkat tahun ini. Hal itu seiring dengan ekspansi yang dilakukan para BUMN

Menurut catatan Kementerian BUMN, total utang BUMN tahun ini diperkirakan naik menjadi Rp 5.253 triliun. Angka itu naik 8,87%.

Sekretaris Kementerian BUMN Imam Apriyanto Putro mengatakan, proyeksi kenaikan total utang BUMN tersebut dengan memperhitungkan ekspansi para BUMN.

Kementerian BUMN juga memproyeksikan total aset BUMN naik dari posisi 2017 Rp 7.212 triliun menjadi Rp 7.817 triliun di akhir tahun. Selain itu total ekuitas juga diprediksi meningkat dari Rp 2.387 triliun menjadi Rp 2.563 triliun.

Sumber Detik.com

PT Equityworld Futures
EWF Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2018
Loker EWF Medan