Makin Banyak yang Bilang Emas ke US$ 2.000 Lagi, Let’s See!

Harga Emas 24 Karat di Pegadaian Hari Ini, Rabu 18 November 2020 - Market  Bisnis.comPT Equityworld Futures Medan- Harga logam mulia emas masih sulit untuk tembus level psikologis US$ 1.900/troy ons setelah drop akibat
Kamis (19/11/2020), harga logam mulia emas di arena pasar spot cenderung flat. Pada 09.10 WIB, harga bullion terkoreksi sangat tipis sebesar 0,03% dan dipatok di US$ 1.870,7/troy ons.

Terhitung sudah 10 hari dengan hari ini harga emas dunia keluar level US$ 1.900/troy ons. Sejak 9 November 2020 sampai hari ini emas hanya mampu menyentuh level tertinggi di US$ 1.888,52/troy ons.

Lantas apakah ada kesempatan emas untuk balik menguat dan tembus level US$ 1.900 lagi? Kalau iya kapan waktunya?

Banyak analis sepakat bahwa emas masih punya potensi kenaikan. Reli emas sepanjang tahun ini dinilai belum berakhir dan masih akan berlanjut. Menurut Steve Land seorang portofolio manager di Franklin Templeton dalam wawancaranya dengan Kitco menilai harga emas bisa tembus ke atas level US$ 2.000/troy ons.

Menurut Steve Land dengan dampak yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19 yang sangat serius bagi perekonomian, stimulus baik dari pemerintah dan bank sentral masih sangat dibutuhkan sehingga berpotensi membuat harga emas terbang.

“Kami sekarang bisa melihat jalan ke depan, tapi masih banyak pertanyaan yang belum terjawab,” katanya. “Masih ada… banyak pekerjaan yang harus dilakukan dan itu mungkin akan membutuhkan banyak stimulus. Seperti yang kita lihat ke depan, pasti ada potensi inflasi. Ada potensi devaluasi mata uang. Itu akan positif untuk emas.”

Senada dengan pernyataan Steve Land, riset terbaru Citi mengatakan bahwa dolar AS berpeluang untuk anjlok 20%. Konsekuensi anjloknya dolar AS adalah kenaikan harga emas karena keduanya punya korelasi negatif yang kuat.

Ketika nantinya vaksin tersedia dan didistribusikan ditambah dengan kebijakan moneter ultra longgar oleh bank sentral terutama otoritas moneter AS yakni Federal Reserves (the Fed) bakal menyebabkan dolar AS menjadi semakin terdevaluasi.

Koreksi tajam dolar AS bakal memicu terjadinya aliran modal keluar (capital outflow) dari AS. Dana murah di tengah rendahnya suku bunga ini akan mengucur deras ke negara-negara berkembang (emerging market).

Di saat yang sama emas juga masih akan diuntungkan karena imbal hasil riil aset safe haven (minim risiko) lain yaitu obligasi pemerintah AS sudah jatuh ke teritori negatif.

Oleh karena itu Citi melihat harga emas masih mungkin terbang ke atas US$ 2.000/troy ons dan mencetak rekor tertinggi barunya sebelum akhir tahun. Ini adalah sebuah prediksi yang bisa saja benar tetapi bisa juga tidak.

Citi menilai, reli harga emas sepanjang tahun ini hanyalah bagian dari tren reli panjang emas untuk beberapa waktu ke depan.

Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan

Tinggalkan Balasan