Equityworld_MedanEquityworld Futures Medan : Manufaktur Jepang meningkatkan investasi lebih dari perkiraan sebelumnya pada kuartal ketiga, bahkan merosotnya tingkat konsumsi mendorong ekonomi ke dalam resesi.

Manufaktur memimpin kenaikan sebesar 5,5% pada belanja modal dalam tiga bulan hingga September dari tahun sebelumnya, mengalahkan perkiraan rata-rata sebesar 1,8% dalam survei Bloomberg News. Keuntungan perusahaan naik 7,6% dan penjualan meningkat 2,9%, menurut data kementerian keuangan Jepang yang dirilis hari ini.

Keuntungan tak terduga yang kuat dalam investasi merupakan dorongan untuk Perdana Menteri Shinzo Abe saat ia berkampanye untuk pemilihan kembali terkait strategi pertumbuhan ekonomi setelah Jepang tergelincir ke dalam resesi keempat sejak 2008. Abe telah meminta perusahaan untuk meng-investasikan dana dan upah untuk menarik keluar ekonomi dari stagnasi selama dua dekade terakhir.

Investasi manufaktur naik 11%, dengan industri logam meningkatkan belanja sebesar 85%, Perusahaan pembuat mesin menunjukkan kenaikan 15% dan produsen peralatan teknologi informasi naik 26%.

Investasi non-produsen sebesar 64% dari total keseluruhan, naik sebanyak 2,7%. Pengeluaran untuk perusahaan-perusahaan real-estate naik 56% dan investasi grosir dan pengecer naik 11%.

Angka hari ini akan digunakan untuk merevisi data GDP kuartal ketiga, yang menunjukkan ekonomi mengalami kontraksi 1,6% setelah menyusut 7,3% pada periode April-Juni. Data yang direvisi pada 8 Desember.

Kenaikan tak terduga dalam produksi industri dan data lainnya di pekan lalu mendorong JPMorgan Chase dan Co Jepang ekonom Masamichi Adachi untuk merevisi naiknya proyeksi pertumbuhan kuartal ini ke tahunan menjadi  4% dari 2%, menurut sebuah laporan riset.(yds)

Sumber: Bloomberg