Masih Ada 107 Km Jalan Perbatasan Kalbar Tertutup Hutan Belantara

Equity World Medan – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XI, Direktorat Jenderal Bina Marga terus memacu penyelesaian pembangunan jalan paralel perbatasan di Provinsi Kalimantan Barat. Jalan paralel sepanjang 850 km tersebut dimulai dari Temajok hingga Batas Kalimantan Barat/Kalimantan Timur dan terbagi menjadi 12 koridor ruas.

Dikutip dari keterangan resmi Kementerian PUPR yang diterima detikFinance, Selasa (27/2/2018), dari total panjang 850 km jalan perbatasan Kalbar, hingga akhir 2017 sepanjang 107 km di antaranya masih dalam kondisi hutan. Sementara jalan yang sudah tembus, sebagian besar kondisinya sudah beraspal, yakni sepanjang 327,48 km, jalan kondisi agregat panjangnya 123,89 km dan jalan tanah 291,04 km.

Salah satu ruas yang ditangani tahun ini adalah ruas I Temajok-Aruk (82,09 km), di mana akan dibangun sebanyak delapan jembatan dengan panjang antara 20-90 meter. Selain itu akan dilakukan perbaikan sebanyak 64 jembatan kayu yang ada.

Ditargetkan untuk pembangunan jembatan baru dan perbaikan jembatan yang ada akan rampung pada tahun ini, sehingga ruas Temajok-Aruk bisa fungsional seluruhnya. Selain itu juga dilakukan penanganan di 12 titik rawan longsor di daerah Simpang Tanjung.

Untuk Ruas II Aruk-Bts. Kec.Siding/Seluas, dari panjang 53,40 km, yang sudah dalam kondisi beraspal sepanjang 39,44 km dan perkerasan tanah 13,95 km. Penanganan pada ruas yang masih berupa tanah akan dilakukan hingga tahun 2019 termasuk peninggian badan jalan sepanjang 2 km pada lokasi rawan banjir yakni di antara Simpang Tapang dan Simpang Take. Perbaikan terhadap 19 jembatan kayu yang sudah lapuk juga dilakukan dengan menggantinya dengan jembatan berupa box culvert.

Untuk penanganan jalan yang belum tembus, pada pertengahan Januari 2018 lalu, Kementerian PUPR dan Zeni TNI AD telah menandatangani kontrak pekerjaan pembangunan jalan perbatasan Ruas 12 Nanga Era-Bts. Kalbar/Kaltim sepanjang 60 km senilai Rp 178,47 miliar yang ditargetkan rampung tahun ini.

Adapun pembangunan jalan perbatasan Kalbar tersebut ditargetkan bisa tembus seluruhnya pada tahun 2019. Pembangunan yang dilakukan BBBPJN XI dilakukan di seluruh segmen/ruas baik berupa pengaspalan, perkerasan tanah, pembangunan jembatan, dan untuk pembukaan jalan yang masih berupa hutan bekerjasama dengan Zeni TNI AD.

Pembangunan jalan paralel perbatasan memiliki lebar minimal 7 meter dan ruang milik jalan minimal 25 meter. Pembangunan jalan perbatasan memiliki strategis karena selain sebagai fungsi pertahanan dan keamanan negara, juga sekaligus membuka dan menumbuhkan ekonomi kawasan perbatasan.

Sumber: Detik.com

PT Equityworld Futures
EWF Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2018