Mayoritas Bursa Asia Tumbang, IHSG Menguat ke 5.913

Equity World Medan -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini dibuka di zona hijau. Penguatan berlanjut hingga jeda siang perdagangan saham.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) siang ini masih mengalami pelemahan. Dolar AS pagi ini berada di level Rp 14,895.

Pada perdagangan pre opening, IHSG menguat 11,459 poin ke level 5.884,73. Sementara indeks LQ45 juga naik ke posisi 928,109.

Baca juga: Menguat 11 Poin, IHSG Dibuka di Level 5.884

Membuka perdagangan, Kamis (27/9/2018), IHSG bertambah 2,715 poin (0,05%) ke 5.884,014. Indeks LQ45 naik 0,074 poin (0,01%) ke 926,686.

Pada perdagangan pukul 09.10 waktu JATS, IHSG naik 11,459 poin ke 5.884,014. Indeks LQ45 naik 0,894 poin (0,10%) ke 927,506.

Penguatan IHSG masih berlanjut. IHSG naik 39.882 poin (0,68%) ke 5.913,153. Indeks LQ45 menguat 8,887 poin (0,96%) ke 934,388.

Laju positif IHSG siang ini ditopang penguatan 9 sektor saham. Saham sektor konsumsi naik paling signifikan mencapai 1,65%. sebanyak 181 saham menguat, 125 saham melemah dan 147 saham melemah.

Posisi tertinggi IHSG siang ini berada di 5.927,276 dan terendah di 5.870,538. Penguatan IHSG terjadi di tengah moderatnya laju perdagangan dengan frekuensi 200.390 kali transaksi, volume perdagangan sebanyak 6 miliar lembar saham dan nilai transaksi sebesar Rp 3,9 triliun.

IHSG masih mampu melaju positif meski diwarnai aksi jual oleh investor asing dengan catatan jual bersih Rp 133,58 miliar.

Sementara itu, indeks utama bursa Wall St ditutup dalam teritori negatif pada perdagangan Rabu (26/09).

Indeks Dow Jones turun 0.40% ke level 26,385, S&P melemah 0.33% ke level 2,905, dan Nasdaq tertekan sebesar 0.21% ke level 7,990.

Pelemahan indeks tersebut terjadi pasca rilisnya keputusan The Fed yang menetapkan suku bunga di level 2.25% atau naik 25 BPS.

Kenaikan ini kemudian direspon pelaku pasar dengan melakukan antisipasi atas aset-aset berisiko seiring adanya potensi kenaikan Suku bunga sekali lagi pada bulan Desember 2018, kemungkinan tiga kali pada tahun 2019, dan satu kali pada tahun 2020.

Bursa saham Asia bergerak negatif. Berikut pergerakannya:

Indeks Nikkei 225 berkurang 0,54% ke 23.905,17
Indeks Hang Seng turun 0,28% ke 27.738,66
Indeks Komposit Shanghai melemah 0,40% ke 2.795,52
Indeks Strait Times naik 0,62% ke 3.259,18

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk jajaran top gainers siang ini adalah, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.650 ke Rp 74.400, Dian Swastika (DSSA) naik Rp 1.400 ke Rp 13.750, Unilever Indoensia (UNVR) naik Rp 1.075 ke Rp 47.150 dan United Tractors (UNTR) naik Rp 925 ke Rp 32.050.

Sementara saham-saham yang masuk jajaran top losers di antaranya adalah, Saratoga (SRTG) turun Rp 160 ke Rp 3.940, Pelat Timah Nusantara (NIKL) turun Rp 130 ke Rp 4.200, Multi Bintang (MLBI) turun Rp 125 ke Rp 15.725 dan Indofarma (INAF) turun Rp 100 ke Rp 4.890. (dna/zlf)

Sumber : detik.com

PT. Equityworld Medan
EWF Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2018
Loker EWF Medan