Meledak! Transaksi Kripto di RI, Saham Ditingalkan

Daftar Tempat Beli Mata Uang Kripto di IndonesiaPT Equityworld Futures Medan-“Tren kepemilikan Bitcoin di Indonesia hampir sama di market global. Bitcoin merupakan aset kripto yang populer bagi masyarakat Indonesia atau member Indodax. Hari ini, total volumenya mencapai Rp 131 miliar. Sepertinya tahun lalu hanya berkisar jauh di bawah itu,” kata Oscar kepada CNBC Indonesia, Selasa (13/4/2021).
Faktor pendorong lainnya adalah karena Bitcoin dinilai sebagai aset yang aman dan tidak terpengaruh dengan kebijakan ekonomi global hingga kondisi perekonomian, terutama di masa pandemi ini.

Sedangkan seperti diketahui, aset keuangan lainnya di Indonesia mengalami fluktuasi yang dalam selama satu tahun terakhir.

“Selain itu, pemberitaan mengenai fungsi dan fundamental Bitcoin juga menjadi daya tarik bagi orang-orang. Misalnya, seperti Bitcoin yang dinyatakan sebagai nilai lindung (hedge) inflasi yang baik dan sudah terbukti,” terangnya.

Transaksi Bitcoin juga dinilai lebih convenience lantaran tidak memiliki batas waktu transaksi. Pasalnya perdagangan Bitcoin bisa dilakukan dalam waktu 24 jam, bahkan ketika hari libur dan tanggal merah.

Untuk diketahui, pada kuartal pertama tahun ini Bitcoin terus mengalami peningkatan dengan kenaikan per bulannya secara berturut-turut 14,54%, 36,69% dan 29,79%.

Selanjutnya mata uang kripto Ethereum dengan kapitalisasi pasar kedua terbesar di pasar juga melesat kencang sebesar 78,43%, 8,02%, dan 35,26%, selama bulan pertama kedua dan ketiga.

Serakhir mata uang kripto yang sempat viral karena dicuit miliarder dunia sekaligus pendiri Tesla dan SpaceX, Elon Musk yakni Doge Coin melesat lebih gila lagi. Tercatat pada Januari 2021 Doge coin sempat loncat 687,68%. Tidak berhenti sampai disana pada Februari dan Maret 2021 Doge Coin lanjut reli 30,83% dan 11,71%.

Sementara itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan peningkatan transaksi kripto di Indonesia mulai mengkhawatirkan, pasalnya banyak investor ritel yang beralih dari investasi di pasar modal ke Bitcoin.
Apalagi sepanjang periode April ini, nilai transaksi bursa saham domestik, rerata turun menjadi hanya Rp 9 triliun dari Januari lalu yang sempat di kisaran Rp 20 triliun perharinya.

Menurut Direktur Perdagangan dan Anggota Bursa, Laksono Widodo, meskipun saat ini, Bitcoin belum dianggap sebagai instrumen finansial yang diakui oleh Bank Indonesia untuk dapat digunakan sebagai alat pembayaran atau sarana transaksi, BEI melihat perkembangan Bitcoin yang naik cukup pesat, menjadi kekhawatiran tersendiri.

“Secara pribadi, ada sedikit kekhawatiran dari saya terkait hal ini. Walau saya belum tahu secara pasti seberapa besar penetrasi bitcoin di Indonesia,” kata Laksono kepada awak media.

Riset CNBC Indonesia mencatat, salah satu kemungkinan beralihnya dana investor ritel adalah ke aset cryptocurrency. Hal ini dinilai wajar, mengingat di saat IHSG ambruk pada bulan terakhir kuartal pertama tahun 2021, mata uang kripto malah terapresiasi kencang. Simak kinerja mata uang kripto terbesar yakni Bitcoin dan kedua terbesar yakni Ethereum.

Tercatat Bitcoin sebagai mata uang kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar berhasil terbang kencang dimana pada bulan pertama, kedua, dan ketiga tahun 2021 ini Bitcoin berhasil terapresiasi masing-masing 14,54%, 36,69%. Dan 29,79%.

Selanjutnya mata uang kripto Ethereum dengan kapitalisasi pasar kedua terbesar di pasar juga melesat kencang sebesar 78,43%, 8,02%, dan 35,26%, selama bulan pertama kedua dan ketiga.

Terakhir mata uang kripto yang sempat viral karena dicuit miliarder dunia sekaligus pendiri Tesla dan SpaceX, Elon Musk yakni Doge Coin melesat lebih gila lagi. Tercatat pada Januari 2021 Doge coin sempat loncat 687,68%. Tidak berhenti sampai disana pada Februari dan Maret 2021 Doge Coin lanjut reli 30,83% dan 11,71%
Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan