Equityworld_MedanEquityworld Futures Medan : Menteri Perdagangan dan Perindustrian Jepang, Yuko Obuchi, menyampaikan surat pengunduran diri dari jabatannya beberapa hari setelah laporan media menyebutkan bahwa dana politik digunakan untuk membeli tiket teater dan barang dari perusahaan adiknya.

Obuchi mengantarkan surat pengunduran tersebut langsung ke kantor Perdana Menteri Shinzo Abe, pada Senin (20/10) pagi waktu setempat.

Setelah itu, Obuchi meninggalkan tempat itu tanpa berkomentar kepada wartawan.

Pada umur 40 tahun, dia adalah menteri termuda di kabinet, dan perempuan pertama yang diangkat sebagai orang nomor satu Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Perindustrian.

Atas dasar itu, sejumlah analis memperkirakan putri mantan Perdana Menteri Keizo Obuchi tersebut punya potensi menyandang predikat perdana menteri perempuan pertama Jepang pada masa mendatang.

Namun, baru enam pekan bekerja, dia harus meminta maaf atas tuduhan yang muncul dalam laporan stasiun televisi NHK bahwa dua kelompok politik afiliasinya menghabiskan 43 juta yen atau sekitar Rp4,8 miliar untuk membeli tiket pertunjukan teater antara 2009 hingga 2011.

Bahkan, kelompok itu tidak memiliki bukti pembayaran pada 2012.

Secara terpisah, masih menurut laporan NHK, sebuah kelompok politik pendukung Obuchi lainnya membeli barang-barang senilai 3,8 juta yen atau Rp428,4 juta dari perusahaan yang dikelola adik perempuan dan abang iparnya pada 2008-2012.

Kepada parlemen, Obuchi mengaku yakin para pendukungnya telah membayar karcis-karcis pertunjukan teater itu menggunakan uang mereka sendiri.

Namun, Obuchi menyadari bahwa akan ada pelanggaran hukum jika kelompok-kelompok pendukungnya melakukan pembayaran dalam jumlah besar.

œSaya merasa ketidakacuhan bukan alasan, ujarnya pada Jumat (17/10).

Sumber : BBC