Equity World Medan – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengungkapkan selama 2,5 tahun perusahaan-perusahaan BUMN mengalami gangguan manajemen. Salah satu contonya,  bank-bank BUMN tidak saling berkomunikasi dengan baik.

“Selama 2,5 tahun ini kalau boleh dikatakan di Kementerian BUMN terjadi gangguan manajemen atau distruption manajemen. Contohnya di 2014 antara bank BUMN tidak saling berbicara dan berkompetisi,” ujar Rini dalam ajang Penghargaan BUMN Marketeers Award di Jakarta, Rabu (3/5/2017).

Rini menuturkan, gangguan manajemen antarperusahaan-perusahaan BUMN tidak terjadi kembali kali ini. Sebab, kata dia, perusahaan-perusahaan BUMN telah bersinergi membuat suatu program.

Salah satunya membuat sinergi Bank-bank BUMN yang biasa disebut Himpunan Bank Negara (Himbara). Dia pun menargetkan, tahun ini ATM Himbara sudah dapat digunakan.

“Ini (Himbara) contoh sekarang banyak sinergi. BUMN jug ada di sekitar kita semua. Kalau bangun pagi listrik PLN, mau minum kopi, elpiji, gas, Pertamina, PGN, kalau keluar rumah naik mobil, naik motor mau isi bensin Pertamina, atau naik KRL dari Bogor KCJ BUMN lagi,” kata dia.

Rini pun menambahkan, sinergi yang dilakukan perusahaan-perusahaan BUMN untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Dia berharap perusahaan BUMN dapat berkontribusi lebih besar pada pendapatan negara.

“Kita harap BUMN konterbusi makin besar kalau 2016 Rp 164 triliun di saya targetkan 2017 Rp 205 triliun. Ini juga tidak terlepas adanya program yang diberikan untuk kesejahteraan rakyat,” tandasnya.

Sumber: Kompas.com

PT. Equityworld Medan

EWF Medan