Krisis di Ukraina yang kian menjadi-jadi makin mendorong permintaan emas sebagai investasi safe haven meskipun data-data ekonomi AS yang cerah dapat mengikis harga logam mulia tersebut.

“Kami telah memperingatkan risiko utama yang disebabkan oleh konflik Ukraina. Bearish emas tidak akan mempengaruhi permintaan jika konflik tersebut terus berlarut-larut. Kami cenderung untuk mengambil posisi long side (buy) pada emas.” tutur Edwar Meir, analis dari INTL FC Stone di New York.

Menurut survei yang dilakukan oleh CNBC, 51 persen responden menyetujui pendapat Meir tersebut. Mereka meyakini bahwa harga emas akan mengalami kenaikan pada pekan ini. Survei tersebut diperkuat oleh data terbaru dari IG Market yang menunjukkan bahwa 81 persen klien mereka yang membuka posisi, memang tengah mengekspektasikan kenaikan harga emas.

Di Comex, harga emas berjangka untuk pengiriman Juni diperdagangkan pada $1,295.7 atau menurun tipis 0.25%. Pada sesi overnight malam tadi, harga emas sempat jatuh akibat data penjualan rumah tertunda dari AS yang dilaporkan mencapai 3.4% lebih tinggi daripada ekspektasi 1%.

Hal itu sempat memicu permintaan terhadap mata uang AS sehingga menjatuhkan harga emas. Selain itu, pergerakan emas juga tak begitu tajam pagi ini sehubungan dengan tutupnya pasar Jepang dalam rangka liburan.