Minim Sentimen Positif, Bursa Asia Dibuka Naik Tipis

How Beginners Prepare for Stock Market Trading - Wall-Street.comPT Equityworld Futures Medan-Bursa saham Asia mayoritas dibuka terkoreksi pada perdagangan Jumat (27/11/2020), seiring sikap pelaku pasar Asia yang masih menunggu rilis data industri China periode Oktober 2020 dan mencermati perkembangan kabar vaksin virus corona (Covid-19).
Hanya indeks Shanghai Composite di China yang dibuka di zona hijau hari ini, yakni menguat 0,12%.

Sedangkan sisanya dibuka di zona merah, yakni Nikkei di Jepang dibuka melemah tipis 0,09%, Hang Seng Hong Kong terkoreksi 0,3%, Straits Times Index (STI) Singapura terpangkas 0,36% dan KOSPI Korea Selatan terdepresiasi 0,11%.

Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street tidak dibuka pada Kamis (26/11/2020) waktu AS, karena sedang libur nasional memperingati hari Thanksgiving, sehingga pelaku pasar Asia lebih memfokuskan ke regional Asia sendiri, di mana saat ini pasar Asia masih menunggu rilis data industri periode Oktober 2020 di Negeri Panda.

Data keuntungan industri China untuk bulan Oktober akan keluar sekitar pukul 09.30 pagi waktu Hong Kong. Investor menunggu data tersebut sebagai sinyal pemulihan ekonomi.

Pasar Asia juga merespons kritikan dari beberapa ilmuwan yang meragukan meragukan efektivitas vaksin AstraZeneca yang bekerja sama dengan Universitas Oxford. Sebelumnya vaksin ini disebut efektif 90% lebih.

Pandangan terbaru ilmuwan ini bukan tanpa sebab. Pasalnya, ada kesalahan yang dilakukan di awal. Hal ini bermula saat sekelompok kecil relawan menerima
Tapi pada kelompok yang lebih besar dengan dosis normal, tingkat keberhasilan malah lebih rendah hanya 62%. Banyak ilmuwan mengartikan pengujian di hasil kelompok kecil dapat diartikan ‘menghasilkan pembacaan palsu’.

“Yang harus dilakukan hanyalah merilis data terbatas,” kata Peter Openhaw, profesor kedokteran eksperimental di Imperial College London, dikutip Reuters, Jumat (27/11/2020).

“Kami harus menunggu data lengkap dan untuk melihat bagaimana regulator melihat hasilnya.”

Hal tersebut mengundang keprihatinan Kepala Operation Warp Speed (tim khusus penanganan corona Presiden Donald Trump), Moncef Slaoui. Ia mengatakan kemanjuran 90% itu ternyata ditampilkan oleh kelompok dengan risiko terendah, sebanyak 2.741 orang di bawah 55%.

CEO AstraZeneca Pascal Soriot mengatakan raksasa farmasi Inggris kemungkinan akan menjalankan uji coba global tambahan untuk mengevaluasi kemanjuran vaksin, sebagaimana dikutip CNBC International dari Bloomberg.

Juru Bicara AstraZeneca juga menolak kritik yang dilontarkan. Perusahaan mengaku pengujian sudah sesuai standar Data Safety Monitoring Board (DSMB).

Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan