Minyak Berjangka Bergairah

Equityworld Futures Medan : Minyak berjangka menetap lebih tinggi pada penutupan di hari Kamis pagi (11/6), setelah dirilisnya laporan pemerintah yang menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah turun untuk minggu keenam berturut-turut.

Kenaikan harga minyak mentah juga dikarenakan Organisasi Negara Pengekspor Minyak mengatakan bahwa mereka tidak melihat peningkatan lagi dalam permintaan minyak tahun ini, tetapi mereka mengharapkan bahwa pasokan yang berlebih pada saat ini dapat terkurangi.

Minyak mentah untuk kontrak bulan Juli naik $ 1,29 atau 2,1% untuk menetap di $ 61,43 per barel di New York Mercantile Exchange. Berdasarkan kontrak teraktif, harga minyak tersebut menetap di level tertinggi sejak awal Desember tahun lalu. Brent mentah untuk kontrak bulan Juli di bursa ICE Futures London naik 82 sen atau 1,3% ke $ 65,70 per barel.

Badan Administrasi Informasi Energi AS pada hari Kamis pagi melaporkan adanya penurunan sebanyak 6,8 juta barel dalam persediaan minyak mentah untuk pekan yang berakhir pada tanggal 5. Sementara itu, persediaan bensin turun sebanyak 2,9 juta barel, sedangkan stok distilat naik 900.000 barel pekan lalu.

Bensin untuk kontrak bulan Juli naik 6,9 sen atau 3,3% ke level $ 2,146 per galon, sementara minyak pemanas untuk pengiriman bulan Juli naik 2,8 sen atau 1,5% ke level $ 1,946 per galon.Edo Bramantio