Equityworld Futures Medan – Minyak menguat, memangkas penurunan mingguannya, setelah penurunan empat hari terbesar sejak Februari di tengah bertambahnya stok minyak mentah AS.

Futures naik sebanyak 1,3 persen di New York, memangkas penurunan mingguan terbesar dalam hampir delapan bulan. Stok AS naik pekan lalu, membuat stok tetap berada pada tingkat musiman tertinggi dalam setidaknya tiga dekade, menurut data pemerintah, Rabu. Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengatakan tidak perlu untuk melakukan pembekuan output apabila harga berada di sekitar $ 50 per barel seiring anggota OPEC berencana untuk bertemu bulan ini untuk membahas tindakan guna menstabilkan pasar.

Minyak naik 7,5 persen pada Agustus di tengah spekulasi bahwa pembicaraan di Aljazair pada akhir September dapat menghasilkan kesepakatan untuk mengatur pasar. Pembekuan produksi akan menjadi positif, Menteri Energi Arab Saudi Khalid Al-Falih mengatakan dalam sebuah wawancara pekan lalu, sementara mengesampingkan pemangkasan output. Kesepakatan pembatasan antara anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan produsen lain diusulkan pada bulan Februari namun pertemuan pada bulan April berakhir dengan tanpa adanya kesepakatan akhir.

West Texas Intermediate untuk pengiriman Oktober naik sebanyak 55 sen ke level $ 43,71 per barel di New York Mercantile Exchange dan berada di positif $ 43,63 pada pukul 09:14 pagi waktu Hong Kong. Kontrak kehilangan $ 1,54 untuk ditutup di level $ 43,16 pada hari Kamis, menghentikan penurunan 9,4 persen selama empat sesi sebelumnya. Harga turun 8,4 persen minggu ini, yang merupakan penurunan terbesar sejak 15Januari. Jumlah volume yang diperdagangkan yakni sekitar 8 persen di bawah rata-rata 100-hari. (sdm)

Sumber: Bloomberg