Equityworld Futures Medan – Minyak turun sebelum rilis data mingguan dari pemerintah AS yang diperkirakan akan menunjukkan stok minyak mentah menguat, meningkatkan persediaan yang berada di tingkat musiman tertinggi dalam setidaknya tiga dekade terakhir.

Minyak berjangka turun sebanyak 1,6 persen di New York setelah naik 0,9 persen pada hari Senin. Persediaan minyak mentah mungkin meningkat sebesar 4 juta barel pada pekan lalu, menurut survei Bloomberg sebelum laporan dari Energy Information Administration pada hari Rabu. Itu akan menjadi kenaikan terbesar sejak pekan yang berakhir pada 8 April.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Oktober kehilangan sebanyak 75 sen menjadi $ 45,54 per barel di New York Mercantile Exchange dan berada di $ 45,61 pada pukul 14:43 siang di Hong Kong. Kontrak WTI tersebut naik 41 sen untuk ditutup di $ 46,29 pada hari Senin. Total volume perdagangan sekitar 35 persen di atas rata-rata 100-hari.

Minyak Brent untuk pengiriman November kehilangan sebanyak 66 sen, atau 1,4 persen, ke $ 47,66 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Kontrak Brent naik 31 sen menjadi $ 48,32 pada hari Senin. Minyak mentah acuan global untuk pengirimann November lebih besar $ 1,57 dari WTI.(frk)

Sumber: Bloomberg