Equityworld Futures Medan : Minyak mentah rebound dari level terendah dalam hampir 3 bulan terakhir sebelum rilis data pemerintah AS terhadap persediaan minyak mentah dan seiring masa tenggang waktu untuk kesepakatan nuklir Iran diperpanjang.

Kontrak berjangka naik 1,2 % di New York, menghentikan penurunan dalam 4 hari terakhir. Batas waktu untuk diskusi tentang program nuklir Iran diperpanjang selama 3 hari hingga 10 Juli mendatang, Data pemerintah pada hari ini menunjukkan perkiraan persediaan minyak mentah tetap tidak berubah, menurut survei Bloomberg. Stok minyak mentah turun 958.000 barel dalam pekan yang berakhir 3 Juli, menurut laporan industri yang didanai oleh American Petroleum Institute.

Rebound minyak dari level 6 tahun terendah di bulan Maret telah berhenti di tengah spekulasi melimpahnya pasokan global akan bertahan sementara para investor menghindari aset berisiko di tengah krisis utang Yunani. Persediaan minyak mentah AS tetap berada diangka 90 juta barel di atas rata-rata 5  tahun untuk tahun ini.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus naik 63 sen ke level $ 52,96 per barel di perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange dan berada di level $ 52,77 pada pukul 10:40 pagi waktu Sydney. Kontrak kemarin ditutup turun 20 sen ke level $ 52,33, penutupan terendahnya sejak 13 April lalu. Volume semua berjangka yang diperdagangkan adalah sekitar 52 % di bawah rata-rata 100 hari. Harga minyak mentah merosot 0,9 % sepanjang tahun ini.

Brent untuk pengiriman Agustus naik 39 sen atau 0,7 %, ke level $ 57,24 per barel di London berbasis ICE Futures Europe exchange. Minyak jenis Brent kemarin menguat 31 sen ke level $ 56,85. Minyak mentah acuan Eropa diperdagangkan pada premium dari level $ 4,47 dibandingkan minyak mentah WTI. (knc)

Sumber : Bloomberg