Minyak Mentah Berakselerasi, Pasar Tunggu Perundingan OPEC

Equity world – Minyak mentah berjangka berakselerasi di sesi perdagangan Asia, Senin (15/8) akibat sentimen minggu lalu tentang prospek pembatasan OPEC untuk menstabilkan produksi.

Di Bursa Perdagangan New York, minyak mentah untuk pengiriman September naik 0,38% ke $44,66 per barel bahkan dengan prospek permintaan regional tampaknya meredup setelah Jepang melaporkan GDP kuartal kedua dengan kenaikan 0,2% tahun-ke-tahun, meleset dari kenaikan 0,7% terlihat, dan flat di laju kuartal-ke-kuartal, di bawah kenaikan 0,2% yang diharapkan, angka itu terbebani oleh konsumsi sektor swasta yang lamban dan ekspor bersih.

“Ada beberapa tanda-tanda positif dalam investasi modal tetapi kita perlu memantau perkembangannya karena keuntungan perusahaan yang mendatar sekarang dalam apresiasi yen yang kuat,” kata seorang pejabat senior Kantor Kabinet setelah data. Belanja konsumen, yang menyumbang sekitar 60% dari PDB, naik 0,2% pada kuartal dibandingkan dengan penurunan 0,1% terlihat, tapi hal tersebut hanya sedikit mengangkat sentimen.

“Konsumsi swasta sebagian besar masih datar. Penilaian kami tidak berubah,” kata pejabat itu.

Pada minggu ini, pedagang akan fokus pada data persediaan AS di hari Selasa dan Rabu untuk mengetahui sinyal permintaan dan penawaran baru.

Pekan lalu, harga minyak melonjak dalam dua hari berturut-turut pada hari Jumat, berakhir di tiga minggu tertinggi dengan investor terus menutup posisi jual setelah Menteri Perminyakan Arab Saudi mengisyaratkan bahwa kerajaan dapat terbuka dalam berdiskusi di bulan depan untuk menstabilkan pasar.

Minyak mentah hapus beberapa keuntungan setelah laporan menunjukkan jumlah pengeboran minyak AS naik untuk minggu ketujuh, garisbawahi kekhawatiran atas melimpahnya pasokan global.

Minyak mentah berjangka melonjak hampir 5% pada hari Kamis dengan investor kembali ke pasar untuk menutup posisi jual setelah Menteri Perminyakan Saudi Khalid al-Falih mengatakan bahwa anggota OPEC dan non-anggota akan membahas kemungkinan tindakan untuk menstabilkan harga minyak selama pertemuan bulan depan di Aljazair.

OPEC mengumumkan bahwa 14-anggotanya akan bertemu di sela-sela konferensi energi di Aljazair pada 26-28 September, menghidupkan kembali gagasan produksi terkoordinasi.

Namun, pelaku pasar tetap skeptis bahwa pertemuan itu akan menghasilkan tindakan konkret untuk membekukan produksi. Dalam usaha bersama-sama mempertahankan tingkat produksi di awal tahun ini gagal setelah Arab Saudi mundur atas penolakan Iran untuk mengambil bagian dari inisiatif.

Indikasi pemulihan yang berkelanjutan dalam kegiatan pengeboran AS terus menekan harga minyak. Menurut penyedia jasa ladang minyak Baker Hughes, jumlah pengeboran minyak AS di pekan lalu meningkat 15 menjadi 396, kenaikan mingguan ketujuh beruntun dan peningkatan 10 kalinya dalam 11 minggu.

Sumber: investing.com

EQUITY WORLD FUTURES