Equity world – Minyak mentah berjangka ditutup lebih tinggi pada hari Senin, meski ada kekhawatiran bahwa pertumbuhan cepat dalam produksi minyak AS mungkin membatasi momentum kenaikan harga minyak lebih lanjut.

Di Bursa Perdagangan New York minyak mentah berjangka untuk pengiriman April naik 0,13% menetap di $54,05 per barel, sementara di Bursa Perdagangan Intercontinental, Brent naik 13 sen berada di $56,44 per barel.

Minyak mentah berjangka mundur dari tertinggi sesi, setelah laporan penyedia energi Genscape menunjukkan peningkatan lebih dari 800.000 barel minyak mentah di pusat penyimpanan Cushing, Oklahoma, yang menambah kekhawatiran bahwa produksi minyak mentah AS mungkin membatasi upaya produsen untuk mengalirkan kelebihan pasokan di industri tersebut.

Laporan Genscape terbaru datang setelah laporan perusahaan jasa ladang minyak Baker Hughes yang dirilis hari Jumat, yang mengungkapkan bahwa jumlah mingguan rig minyak AS naik 5 dan berada du puncak 600 untuk pertama kalinya sejak Oktober, 2015.

Pertumbuhan yang lebih cepat dalam produksi minyak AS muncul di tengah laporan positif bahwa Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) telah memenuhi target tinggi pengurangan produksi yang disepakati tahun lalu.

Pelaku pasar berharap bahwa OPEC akan memangkas produksi lebih jauh, setelah Uni Emirat Arab dan Irak, dua produsen terbesar, telah berjanji untuk mengejar ketinggalan target mereka target.

Pada November tahun lalu, OPEC dan produsen lainnya, termasuk Rusia sepakat untuk memangkas produksi sekitar 1,8 juta barel per hari (bph) dalam upaya untuk memerangi masalah kelebihan pasokan yang telah menekan rendah harga minyak selama dua tahun terakhir.

Data persediaan minyak mentah yang akan dirilis pada hari Rabu kemungkinan akan diawasi ketat oleh pelaku pasar. (sumber: kontan.co.id)
Equity world