Minyak WTI (West Texas Intermediate) berayun diantara naik dan turun seiring minyak WTI menuju penurunan terbesarnya pekan ini sejak bulan Juni lalu ditengah spekulasi bahwa rekor produksi minyak mentah AS akan mendorong cadangan minyak kedepan.

Kontrak berjangka ditransaksikan pada 66 sen per barel di New York pasca gain pertama kalinya dalam empat hari terakhir kemarin. Data pemerintah pada pekan ini menunjukkan minyak mentah akan dipompa AS lebih cepat sejak tahun 1989, sementara cadangan minyak naik selama musim perawatan kilang minyak AS jatuh ke level tertingginya sejak bulan Juni. Arab Saudi yang merupakan eksportir terbesar minyak dunia sedang mengurangi pengirimannya terkait kemungkinan surplus akan pasok, berdasarkan pada data dari pelacak kapal tangker kemarin

WTI untuk pengiriman bulan Desember berada pada level $97.38 per barel pada New York Mercantile Exchange, naik sebesar 27 sen, pukul 1:24 siang waktu London. Kontrak naik sebesar 54 sen pada transaksi intraday dan jatuh sebesar 12 sen, rentang terendah pada bulan ini sejauh ini. Volume semua kontrak berjangka sebesar 44% kurang dari 100 hari rata-rata. Harga menurun sebesar 3.7% pekan ini, menuju penurunan pekan ketiga.

Minyak jenis Brent untuk penyelesaian bulan Desember jatuh sebesar 6 sen pada level $106.93 per barel pada ICE Futures Europe exchange di London.

Sumber :

rf-berjangka.com