Mohon Bersabar! Harga Emas Belum Balik ke Level US$ 1.900/oz

Lagi Murah, Cek Daftar Harga Emas di Pegadaian per 11 November 2020 -  Bisnis Liputan6.comPT Equityworld Futures Medan-Harga emas mengalami penguatan pada perdagangan pagi, Jumat (13/11/2020). Kenaikan harga emas dalam dua hari terakhir pasca melorot signifikan terjadi seiring dengan anjloknya dolar AS.
Pada 09.15 WIB harga emas dunia di arena pasar spot menguat 0,17% dari posisi penutupan kemarin. Harga logam kuning itu kini dibanderol di US$ 1.878,8/troy ons. Setelah anjlok di awal pekan harga emas belum balik ke level psikologis US$ 1.900/troy ons.

Harga emas kurang punya katalis kuat di tengah sentimen yang campur aduk, sehingga pergerakan harganya cenderung terbatas.

Beberapa analis memiliki pandangan berbeda soal emas ke depannya. Ada yang melihat potensi kenaikan signifikan emas, ada juga yang melihat harga emas bakal runtuh.

Masih akan adanya stimulus masif dari pemerintah dan bank sentral ke depan bakal membuat dolar AS anjlok, imbal hasil riil aset safe haven lain seperti obligasi pemerintah jatuh ke teritori negatif dan angka inflasi yang tinggi di masa depan jadi alasan mengapa analis melihat emas masih punya ruang menguat.

Namun adanya vaksin Covid-19 yang bakal membuat roda perekonomian berputar lebih kencang juga jadi faktor yang dipertimbangkan oleh banyak pihak. Keberadaan vaksin Covid-19 jadi kunci penggerak harga logam kuning itu.

Seperti terlihat saat Pfizer dan BioNTech mengumumkan kandidat vaksin buatannya diklaim memiliki tingkat keampuhan lebih dari 90% ketika melihat analisa awal hasil uji klinis tahap akhir.

Lantas bagaimana pandangan bank sentral terhadap emas? Masihkah ada prospek ke depannya?

Sepanjang kuartal ketiga tahun ini, bank sentral menjadi entitas yang menjadi penjual bersih aset emas. Namun, menurut laporan dari Invesco sebagaimana diwartakan Kitco News, bank sentral diharapkan dapat mempertahankan cadangan emasnya dengan kuat.

Perusahaan investasi internasional tersebut melakukan survei bank sentral antara Agustus dan September ketika harga emas terdorong ke level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 2.000 per ons.

Berdasarkan hasil survei, partisipan memperkirakan cadangan emas bank sentral akan terus meningkat selama 12 bulan ke depan.

Pada saat yang sama, survei tersebut mencatat bahwa pandemi Covid-19 tidak memengaruhi pandangan bank sentral tentang emas. Sekitar 25% responden mengatakan mereka melihat emas sebagai aset yang lebih menarik.

“Keinginan untuk melakukan diversifikasi diperkirakan akan terus mendorong minat terhadap emas serta alternatif mata uang fiat lainnya terhadap dolar dan obligasi pemerintah AS, termasuk China dan Zona Euro,” kata laporan itu.

Faktor lain yang menambah daya pikat emas di antara bank sentral termasuk meningkatnya risiko keuangan dan suku bunga rendah.

Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan

Tinggalkan Balasan