Equityworld_MedanSesosok mumi dari Mesir kuno memicu pertanyaan baru di kalangan arkeolog karena memiliki sisa bentuk tubuh yang langka: sisa pembuluh darah di sekitar otak kiri tercetak di tengkorak. Para peneliti kini berusaha menemukan proses yang bisa menyebabkan bentuk tersebut.

Mumi tersebut berjenis kelamin pria yang mungkin hidup pada dua ribu tahun yang lalu, periode akhir atau periode Ptolemaic (550-150 sebelum Masehi) dari sejarah Mesir. œKasus ini pertama kali, ujar anggota penelitian, Albert Isidro, seperti dikutip dariLivescience.com, Selasa, 30 September 2014.

 

Mumi ditemukan pada tahun 2010 bersama dengan 50 mumi lainnya di Pemakaman Kom al-Ahmar/Sharuna, Mesir. Tak seperti lainnya, mumi ini meninggalkan jejak pembuluh darah otak di kepalanya dengan rincian anatomi yang œindah selama berabad-abad. Jejak tersebut diduga muncul karena lapisan zat pengawet di bagian kepala selama proses mumifikasi.

 

Jejak tersebut, menurut Isidro, dibuat oleh pembuluh darah dalam meninges”membran yang menutupi otak. œPenemuan sempurna ini memang kasus yang menarik, tulis para peneliti dalam jurnal Cortex, pertengahan September.

 

Mumi yang dijuluki W19 ini diawetkan menggunakan zat seperti aspal (minyak kental) yang dicampur linen. Jejak di kepala tersebut mencerminkan umur pengawetan. Sangat mungkin jika bagian otak yang disebut arteri meninggal tengah tertinggal dan menciptakan jejak tersebut.

 

Sebelum proses mumifikasi otak akan dihisap terlebih dahulu. Biasanya diambil menggunakan alat penghisap, kemudian bagian dalam tengkorak diisi dengan zat pengawet. Isidro mengatakan, proses ini tak dapat diprediksi dapat menghisap otak seratus persen.

 

Isidro beranggapan, ada sesuatu yang aneh terjadi pada W19 pada saat dimumifikasi. œKami hanya bisa berspekulasi bahwa kejadian itu terjadi pada saat memasukan aspal ke dalam tengkorak, kata dia.

 

Meski begitu, masih menjadi misteri apa yang sebetulnya terjadi pada W19. Salah satu kemungkinan yakni pada suhu atau tingkat keasaman bahan pengawet yang digunakan untuk memumikan W19 berbeda dengan mumi lain.

 

Selain W19, ada mumi lain yang juga menjadi kasus aneh. Mumi Otzi Iceman, mumi tertua di Eropa, misalnya. Mumi ini memiliki jaringan otak yang diawetkan. Melalui otak mumi ini dapat mengungkap informasi tentang kondisi kematiannya.

 

Sumber : TEMPO