cTGn6xNiuUSambut awal pekan, laju nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diproyeksi akan terdepresiasi seiring penguatan yen dan anjloknya euro.

“Hal ini karena sentimen negatif dari sektor keuangannya yang dinilai masih adanya potensi default kredit,” ucap Analis Trust Securities Reza Priyambada di Jakarta, Senin (14/7/2014).

Reza menambahkan, di sisi lain bila mau dikaitkan dengan Pemilihan Presiden (Pilpres) maka sentimen dari saling klaim kemenangan antara dua kubu memberikan ketidakpastian baru.

“Sehingga para pelaku pasar lebih memilih untuk menahan diri dan cenderung melakukan pengamanan posisi,” kata Reza.

Sehingga, laju nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS diperkirakan akan bergerak dilevel Rp11.643-Rp11.618 menurut kurs tengah Bank Indonesia. “Laju Rupiah di bawah level support Rp11.598 per USD,” sebutnya.

Walau telah pengalami penurunan tajam namun, belum terlihat adanya potensi rebound sehingga tetap selalu waspadai potensi penurunan lanjutan. “Meski kami berharap hal ini tidak terjadi,” paparnya. (wdi)