Equityworld_medanEquityworld Futures Medan : Para ilmuwan analis genetik Commonwealth of Scientific and Industrial Research Organization (CSIRO), telah menemukan tentang evolusi serangga yang berasal dari 480 juta tahun lalu memiliki kemampuan untuk terbang setelah 80 juta tahun kemudian.

Penelitian yang melibatkan lebih dari 100 peneliti yang berasal dari 16 negara dan termasuk lima dari SCIRO, telah mengumumkan hasil tentang evolusi makhluk hidup dari kelompok serangga, hari ini, Jumat 7 November 2014.

“Penelitian kami menunjukkan bahwa serangga awalnya hanya hidup di darat, sekitar 480 juta tahun yang lalu,” David Yeates, direktur CSIRO Australia National Insect Collection, seperti dilansir NewsXinhuanet, Jumat (7/11/2014).

Menurut Yeates, sekitar 400 juta tahun lalu, nenek moyang capung yang ada saat ini adalah serangga yang pertama mengembangkan sayap dam memiliki kemampuan untuk terbang jauh sebelum serangga dari jenis lain melakukannya.

“Beberapa capung ini dengan cepat mengembangkan sayap dengan lebar hingga 70 cm, untuk menghindar dari predator dengan cepat,” jelas Dr. Yeates.

Temuan juga mengkonfirmasi bahwa krisis keanekaragaman hayati menyebabkan peristiwa kepunahan massal pada kelompok hewan lain, seperti dinosaurus. Namun, serangga terus bertahan dan diyakini cepat beradaptasi dengan situasi baru dan bertahan hingga saat ini.

Penelitian ini sendiri, melibatkan menghitung lebih dari 140 gen serangga yang memiliki hubungan antar semua kelompok utama serangga. Penelitian juga melakukan pengelompokkan bukti fosil untuk melihat perbedaan kelompok berevolusi.

Para peneliti juga berharap dapat memberikan sejarah evolusi yang lebih rinci, dan memungkinkan para peneliti untuk mengeksplorasi persis bagaimana serangga menanggapi krisis dan peluang yang muncul selama hidup yang panjang mereka di planet Bumi.

(amr)