Nilai Bitcoin Tembus Lagi Rp 100 Juta, Ada Apa Ya?

Foto: SteamEquityworld Medan -Nilai bitcoin tercatat kembali tembus Rp 100 juta atau setara dengan US$ 8.000 (kurs Rp 14.200). Kenaikan ini menjadi yang tertinggi sejak Juli tahun lalu.

Lantas, apa yang terjadi?

Pengamat pasar keuangan menilai penguatan ini menjadi peluang masa depan yang cerah bagi bitcoin. Hanya saja, sejarah ketidakstabilan mata uang ini memicu banyak keraguan.

Salah satu pendiri Interchange, perusahaan yang mendalami mata uang digital, Dan Held menilai bitcoin sangat berisiko. Hanya saja, penguatan nilai bisa menjadi pilihan yang lebih baik ketika pasar obligasi atau emas tak baik.

Selain itu, ketika pasar Dow anjlok 617 poin, Bitcoin justru menguat. Hal ini menunjukkan investor beralih ke bitcoin sebagai aset yang lebih aman.

“Ini waktunya bitcoin bersinar ketika orang menyerah saat orang-orang menyerah pada pemerintah dan sistem perbankan,” jelas Held dikutip dari CNN, Rabu (15/5/2019).

Kepala Strategi Produk TradeStation, James Putra menilai penguatan nilai pada bitcoin ini dinilai sebagai awal dari sebuah perbaikan. Pasalnya, ini bisa menarik minat bagi para investor.

“Ketika pasar mulai naik, ini menarik lebih banyak orang,” terang James.

Sebagai informasi, nilai bitcoin sebelumnya pernah mencapai US$ 20.000 atau setara dengan Rp 284 juta pada bulan Desember 2017. Baru kemudian nilai mengalami kejatuhan di tahun-tahun berikutnya. Hal ini pun dinilai pengamat sebagai periode ‘mania spekulatif’.

Dua akademisi dari University of Texas di Austin menilai bitcoin memanipulasi harga dengan mengumpulkan bukti sepanjang 2017.

“Di kondisi ini mungkin saja ada manipulasi. Harga bitcoin dan harga mata uang crypto murni didorong oleh penawaran dan permintaan pedagang kecil sehingga mengabaikan mekanisme spesifik pasar ini,” kata profesor keuangan dari University of Texas di Austin, John Griffin.

“Tidak terlalu sulit untuk menemukan aktivitas manipulatif di belakang kenaikan (bitcoin) baru-baru ini,” ungkap dia.

Selain itu, penjelasan penguatan lainnya dikarenakan hari libur bitcoin atau blockchain week dan Konsensus 2019. Kedua acara itu menarik lebih banyak pembeli pada bitcoin dan mata uang utama lainnya.

Menurut Direktur dan Kepala Pedagang Coinsquare Lennon Sweeting, ada juga fakta bahwa penguatan juga dikarenakan bank JPMorgan Chase (JPM), mengumumkan koin digital baru di awal tahun ini.

Semua itu bisa membuat mata uang digital dan teknologinya lebih dilirik oleh para investor. Sehingga memberi alasan penguatan pada bitcoin untuk tetap optimistis (hns/hns)

Sumber : detik.com

PT. Equityworld Medan
EWF Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2019
Loker EWF Medan

Tinggalkan Balasan