Equity World Medan – Komisaris Independen PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Rofikoh Rokhim mengungkapkan pilar agama perlu ditanamkan secara kuat kepada seluruh karyawan di instansinya. Hal ini sekaligus untuk menjawab kasus dugaan pembobolan uang kas senilai Rp 6 miliar oleh petugas Tambahan Kas Kantor (KSK) BRI cabang Medan Putri Hijau.

“Menurut saya perlu di Indonesia, agama jadi pilar. Menurut saya, perlu realisasi dari aplikasi keagamaan dalam kehidupan sehari-hari, kalau itu diaplikasikan sebenarnya kita bisa zero corrupt,” kata Rofikoh, seusai Seminar Penyelamatan Pengelolaan BUMN Indonesia, di Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, Kamis (19/10/2017).

Di dalam perbankan, lanjut dia, ada banyak risiko yang harus diwaspadai oleh para direksi. Satu hal yang paling berat adalah risiko operasional.

“Kenapa? Karena risiko operasional menyangkut manusianya. Meski sistemnya bagus, teknologi canggih, tapi manusianya mentalnya korup ya susah,” kata Rofikoh.

Rofikoh baru saja ditunjuk menjadi komisaris independen BRI pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BRI. Selain itu, RUPSLB juga merombak beberapa struktur direksi BRI.

Terkait kasus pembobolan uang kas sebesar Rp 6 miliar milik BRI cabang Medan Putri Hijau, diduga dibawa kabur oleh dua orang petugas TKK berinisial BNS dan EP. Saat ini, kepolisian tengah memburu kedua terduga pelaku. Adapun peristiwa itu terjadi pada Jumat, 13 Oktober 2017, sekitar pukul 12.00 WIB.

Sumber: Kompas.com

PT Equityworld Futures
EWF Medan