Outlook Mingguan Forex 06 – 10 April 2015

Equityworld Futures Medan : Dolar berbalik melemah tajam terhadap mata uang utama lainnya pada hari Jumat setelah laporan pekerjaan AS secara tak terduga melemah yang mendorong pelaku pasar menahan kembali harapan pada kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve menjadi akhir tahun dari perkiraan sebelumnya pada pertengahan tahun.

Departemen Tenaga Kerja melaporkan bahwa ekonomi AS menambahkan 126.000 pekerjaan baru pada bulan Maret, kurang dari penambahan pada bulan Februari dan peningkatan terkecil sejak Desember 2013. Ekonom memperkirakan pertumbuhan pekerjaan sebanyak 245.000 pekerjaan pada bulan lalu.

Angka Februari direvisi turun menjadi 264.000 dari 295.000. Tingkat pengangguran tetap tidak berubah pada 5,5%, sesuai perkiraan.

Laporan tersebut menambah kekhawatiran atas prospek pertumbuhan ekonomi setelah data ekonomi terbaru lainnya menunjukkan perlambatan pada awal tahun ini.

Jika pasar tenaga kerja melambat dapat mendorong para pejabat Fed untuk mempertimbangkan kembali rencana kenaikan suku bunga. Bulan lalu The Fed mengindikasikan bahwa kenaikan suku bunga paling cepat pada bulan Juni, tetapi menambahkan bahwa peningkatan yang berkesinambungan pada pasar tenaga kerja akan menjadi faktor kunci pertimbangan.

EUR / USD berada di level tertinggi satu minggu di 1,0970 akhir Jumat, naik 0,83%.

USD / JPY turun menjadi 118,95 pada akhir perdagangan, turun 0,63%, sementara USD / CHF turun ke terendah lima minggu pada 0,9515.

Indeks dolar AS yang mencatat pergerakan nilai tukar dolar terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,95% menjadi 96,84.

Penurunan dolar diperburuk oleh kondisi tipisnya volume perdagangan karena libur Paskah pada akhir pekan. Sebagian besar pasar di Eropa AS tutup serta jam perdagangan dipersingkat.

Pada minggu ini, pasar di luar AS akan tetap tutup pada hari Senin. AS akan merilis data aktivitas sektor jasa pada hari Senin dan Federal Reserve akan mempublikasikan risalah pertemuan bulan Maret pada hari Rabu.

Pertemuan bank sentral di Australia dan Jepang juga akan menjadi fokus.