Pak Ketua Minim Kejutan, Harga Emas Turun Deh…

PT Equityworld Futures Medan-Harga emas dunia turun tipis pada perdagangan pagi ini. Pidato Ketua Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Jerome ‘Jay’ Powell di Kongres yang minim kejutan membuat pasar masih menimbang-nimbang arah pergerakan harga emas.
Pada Kamis (15/7/2021) pukul 07:36 WIB, harga emas di pasar spot tercatat 1.825,1/troy ons. Turun 0,11% dibandingkan posisi hari sebelumnya.

Sepertinya pasar masih mencoba mencerna pernyataan Powell di Kongres. Investor masih mencoba mencari petunjuk soal arah kebijakan moneter The Federal Reserve/The Fed ke depan.

Malam hingga dini hari tadi waktu Indonesia, Powell memberi paparan di hadapan Komite Jasa Keuangan House of Representatives (salah satu dari dua kamar parlemen yang membentuk Kongres). Powell menyadari bahwa tekanan inflasi di Negeri Paman Sam sedang tinggi, tetapi dia menegaskan itu hanya sementara.

Menurut Powell, inflasi lebih disebabkan oleh proses transisi saat ekonomi mulai pulih dari pukulan pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19). Pemulihan ini ditandai dengan lonjakan permintaan karena pembukaan kembali ‘keran’ aktivitas dan mobilitas masyarakat atau reopening, sementara pasokan barang dan jasa belum memadai akibat gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) gara-gara pandemi. Pada saatnya nanti, dunia usaha akan mampu mengikuti kenaikan permintaan sehingga tekanan inflasi akan mereda.

Sebagai informasi, laju inflasi di Negeri Adikuasa pada Juni 2021 mencapai 5,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy). Ini adalah laju tercepat sejak Agustus 2008.

“Inflasi tinggi hanya terjadi di kelompok barang dan jasa yang terkait dengan reopening. Nantinya tekanan ini akan reda,” tegas Powell, seperti dikutip dari Reuters.
Oleh karena itu, Powell kembali menyatakan bahwa The Fed akan melanjutkan program pembelian aset berharga (quantitative easing). Suku bunga acuan pun tetap akan rendah mendekati 0% setidaknya sampai 2023. Kebijakan ini akan terus ditempuh hingga ada kemajuan yang signifikan di pasar tenaga kerja.

Namun sejumlah anggota House tidak sepakat dengan pernyataan tersebut. Ann Wagner, Anggota House dari Partai Republik asal Missouri, menyebut bahwa tekanan inflasi tidaklah sementara tetapi sudah permanen.

“Saya bisa katakan bahwa bagi rumah tangga dan pelaku usaha yang saya wakili, mereka tidak merasakan bahwa kenaikan ini hanya temporer. Apakah itu rumah, perabotan, makanan, gas, dan sebagainya,” tegas Wagner seperti diberitakan Reuters.

Anthony Gonzalez, Anggota House dari Partai Republik asal Ohio, juga berpendapat serupa. Menurutnya, The Fed tidak bisa membiarkan inflasi terus-menerus tinggi.

“Dalam kerangka kerja The Fed, inflasi akan dibiarkandi atas target 2% untuk beberapa waktu. Namun sampai berapa lama?” kata Gonzalez, sebagaimana diwartakan Reuters.

Menanggapi pernyataan dari para anggota House, Powell tidak bisa memberi jawaban yang pasti. Dia menilai kebijakan The Fed akan sangat tergantung dari data yang ada.

“Sekarang inflasi memang jauh di atas 2%. Pertanyaannya, bagaimana enam bulan ke depan? Kami akan menggunakan semua instrumen yang ada untuk mengiring inflasi ke bawah. Namun adalah sebuah kesalahan jika kami bertindak terlalu cepat,” papar Powell, seperti dikutip dari Reuters.

Powell akan kembali memberi paparan di Kongres, kali ini di Komite Perbankan Senat pada malam nanti nanti Indonesia. Nah, pasar akan mencari tahu lebih lanjut kira-kira ke mana kebijakan moneter akan diarahkan.

Perkembangan ini membuat investor masih gamang dalam menentukan sikap. Akibatnya, pelaku pasar memilih memasang mode wait and see. Sikap ini membuat arus modal tidak mengalir terlalu deras, termasuk ke kontrak emas sehingga harga terkoreksi

Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan