Equityworld_MedanMinyak mentah WTI (West Texas Intermediate) diperdagangkan mendekati level harga tertingginya dalam 3 hari terakhir setelah laporan industri menunjukkan bahwa pasokan minyak mentah AS turun, selaku konsumen minyak terbesar di dunia.

Kontrak berjangka stagnan di New York setelah kemarin naik sebesar 0.6%. Pekan lalu pasokan minyak mentah turun sebesar 1.3 juta, menurut rilis data dari API (American Petroleum Institute). Sedangkan rilis data dari Energy Information Administration diperkirakan akan menunjukkan pasokan turun sebesar 2.5 juta, menurut survey dari Bloomberg News. Iran telah bergabung dalam upaya guna membantu Iraqi Kurdish menghadapi milisi Islamic State yang telah ditangkap di Irak utara.

WTI untuk pengiriman bulan Oktober berada pada level $93.80 per barel di New York Mercantile Exchange, turun sebesar 6 sen pukul 9:52 pagi waktu Sydney. Kemarin kontrak catat gain sebesar 51 sen ke level $93.86, level penutupan tertinggi sejak 21 Agustus lalu. Volume semua kontrak berjangka diperdagangkan sebesar 75% dibawah 100 hari rata-rata. Sepanjang tahun 2014 ini harga telah mengalami kenaikan sebesar 4.7%.

Kemarin brent untuk penyelesaian bulan Oktober turun sebesar 15 sen atau 0.2% ke level $102.50 per barel di Bursa ICE Futures Europe, London. Acuan minyak mentah Eropa mengakhiri sesi lebih tinggi sebesar $8.64 dibanding WTI.

Menurut Bain Energy yang diperoleh dari API bahwa Pasokan bensin AS turun sebesar 3.2 juta barel hingga 22 Agustus lalu. Rilis data dari EIA dipekrirakan akan menunjukkan pasokan bensin turun sebesar 1.6 juta, menurut survei Bloomberg. (bgs)

Sumber : Bloomberg