Dana Anak-anak PBB (UNICEF) mengatakan, perang di Yaman telah merenggut hampir 1.400 nyawa anak dan memaksa penutupan hampir 2.000 sekolah. Beberapa sekolah itu kini dijadikan tempat penampungan pengungsi.

Perwakilan UNICEF di Yaman, Meritxell Relano, Rabu (11/1) mengatakan, œInilah contoh terbaru bagaimana serangan terhadap kawasan-kawasan sipil terus membunuh dan mencederai anak-anak di Yaman. Bukannya belajar, anak-anak itu malah menyaksikan kematioan perang dan penghancuran.

Menurut Relano, selaian ratusan anak tewas, lebih dari 2.140 anak terluka sejak Maret 2015 sewaktu Arab Saudi bergabung dengan pemerintah Yaman memerangi para pemberontak Houthi yang didukung Iran. Relano bahkan mengatakan, jumlah sesungguhnya kemungkinan lebih tinggi.

Menyusul dua serangan udara dekat sebuah sekolah di luar ibukota Sanaa, Selasa, yang menewaskan seorang anak perempuan dan melukai empat lainnya, Relano menyerukan kedua pihak yang berperang untuk melindungi anak-anak dan menghentikan serangan terhadap kawasan-kawasan sipil.

Ia mengatakan, “Sekolah-sekolah seharusnya menjadi zona damai setiap saat, tempat bagi anak-anak untuk belajar, tumbuh, bermain dan merasa aman. Anak-anak seharusnya tidak mempertaruhkan nyawa mereka untuk sekedar hadir di sekolah.

Sumber: voaindonesia

Equityworld Futures