Pejabat The Fed : Kenaikan di Bulan Juni Akan Sesuai Jika Perekonomian Membaik

Pejabat The Fed  Kenaikan di Bulan Juni Akan Sesuai Jika Perekonomian MembaikEquityworld Futures Medan-Sebagian besar pembuat kebijakan The Fed pada bulan April mengatakan bahwa kenaikan suku bunga akan sesuai pada bulan Juni jika perekonomian terus membaik, tetapi terbagi atas apakah kondisi tersebut kemungkinan besar akan di temukan dalam kurun waktu yang ditentukan.

“Sebagian besar peserta menilai bahwa jika data yang masuk konsisten dengan kenaikan pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua, kondisi pasar tenaga kerja terus menguat dan inflasi membuat progres menuju sasaran komite yaitu sebesar 2 persen, maka kemungkinan akan sesuai bagi panitia untuk meningkatkan kisaran target suku bunga The Fed pada bulan Juni, “menurut risalah dari pertemuan Komite Pasar Terbuka federal April 26-27 yang dirilis Rabu ini di Washington.

“Para peserta menyatakan berbagai pandangan tentang kemungkinan bahwa informasi yang masuk akan membuatnya sesuai untuk menyesuaikan sikap kebijakan pada saat pertemuan berikutnya,” risalah tersebut menyatakan demikian.

Mengacu pada pertemuan Juni, para pejabat “umumnya dinilai tepat untuk meninggalkan pilihan kebijakan mereka secara terbuka dan mempertahankan fleksibilitas untuk membuat keputusan ini” didasarkan pada bagaimana perekonomian berkembang, menurut risalah tersebut.

Setelah lemahnya kuartal pertama, indikator terbaru menunjukkan rebound pada kuartal kedua. Sebuah lonjakan inflasi yang dilaporkan pada minggu ini mengangkat harapan investor untuk jalur kenaikan suku bunga tahun ini, meskipun kemungkinan kenaikan Juni tetap rendah, sekitar 14 persen, berdasarkan data dari federal funds futures pricing.

Indeks harga konsumen mengalami kenaikan terbaik dalam lebih dari tiga tahun terakhir pada bulan April. Data baru pada sektor perumahan dan belanja konsumen juga menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan. GDP pada kuartal kedua berada pada kecepatan untuk membesar ke 2,5 persen, menurut Atlanta Fed GDPNow gauge. Angka tersebut sebelumnya sebesar 0,5 persen pertumbuhan dari Januari sampai Maret.(mrv)

Sumber: Bloomberg