20110119100247uangTidak hanya pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pun turut terpuruk dengan adanya sentimen pemangkasan anggaran kementerian yang telah disetujui Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

“Pelaku pasar mengkhawatirkan pemangkasan anggaran tersebut nantinya dapat berpengaruh pada proyeksi pertubuhan ekonomi Indonesia,” ucap Analis Trust Securities Reza Priyambada di Jakarta, Selasa (17/6/2014)

Reza menambahkan, apalagi di pekan sebelumnya Bank Dunia juga telah menurunkan proyeksinya sehingga memberikan imbas negatif. “Selain itu, terdepresiasinya sejumlah mata uang Asia setelah menanggapi meningkatnya harga minyak mentah turut menambah sentimen negatif,” sambungnya.

Sehingga laju Rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini bergerak di level Rp11.826-Rp11.809 per USD menurut kurs tengah BI. “Laju Rupiah di bawah level support Rp11.798 per USD,” paparnya.

Pada perdagangan kemarin, Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) ditutup melemah 23 poin atau 0,20 persen ke Rp11.819 per USD dibandingkan dengan penutupan sebelumnya Rp11.795 per USD.

Rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini berada di level Rp11.841 per USD. Posisi ini melemah 33 poin dibanding posisi pada penutupan sebelumnya Rp11.781 per USD. (mrt)