Equityworld Futures Medan – Konsumen dan bisnis meningkatkan pengeluaran mereka pada kuartal ketiga seiring ekonomi Inggris mencatatkan kinerja yang tangguh setelah pemungutan suara Brexit.

Pengeluaran rumah tangga naik 0,7 persen dari kuartal kedua dan bisnis investasi meningkat 0,9 persen, Kantor Statistik Nasional mengatakan pada hari Jumat. Pertumbuhan secara keseluruhan tidak direvisi pada 0,5 persen, dengan perdagangan memberikan kontribusi terkuat.

Laporan ini mencakup kuartal penuh pertama dari PDB negara beribukota London ini sejak rakyat Inggris membalikkan situasi politik negara dan mengguncang pasar keuangan dengan voting untuk meninggalkan Uni Eropa. Meskipun ada beberapa tanda-tanda efek yang signifikan untuk saat ini, pertumbuhan diperkirakan melambat tahun depan.

Dalam review dua kali setahun, Departemen Penanggung Jawab Anggaran pada hari Rabu memangkas perkiraan 2017 nya menjadi 1,4 persen. Ketidakpastian akan menyebabkan perusahaan menunda investasi sedangkan jatuhnya pound menekan konsumen seiring naiknya biaya impor, katanya.

“Investasi dalam bisnis bertahan dengan baik segera setelah referendum Uni Eropa, meskipun kemungkinan sebagian besar keputusan investasi ini diambil sebelum hari pemungutan suara,” kata ONS statistik Darren Morgan. “Hal itu, ditambah dengan tumbuhnya belanja konsumen yang didorong oleh meningkatnya pendapatan rumah tangga, dan kinerja yang kuat dalam industri jasa yang dominan menjaga ekonomi untuk tumbuh secara luas sejalan dengan rata-rata historisnya.”

Usaha bersih bertambah 0,7 poin persentase terhadap PDB dalam tiga bulan hingga September seiring kenaikan ekspor sebesar 0,7 persen dan impor turun 1,5 persen. Hal itu mewakili kontribusi terbesar dari perdagangan sejak awal 2014 dan yang pertama tahun ini.

Indeks industri jasa yang dominan naik 0,2 persen pada September, membuat output 0,8 persen lebih tinggi pada kuartal tersebut. Produksi industri dan konstruksi turun. (sdm)

Sumber: Bloomberg

Equityworld Futures Medan